Rahasia Tujuh

Standar

Angka 7? Apakah angka ini memiliki keistimewaan, atau adakah misteri di balik angka tujuh ini?

Sebuah kitab berjudul As Sab’iyyaatu Fii Mawaa’idhil Barriyyatti (Dibalik Misteri 7 Rahasia Ghaib)

karya Al-Imam Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Adurrahman Al Hamdany dan diterjemahkan oleh MA. Asyharie Maftuh Ahnan serta diterbitkan oleh Terbit Terang Surabaya berusaha menuturkan misteri di balik angka tujuh ini.

Asy- Syaikh Al Imam Abu Nashr Muhammad bin Abdirrahman Al Hamdani rahimullah (Semoga rahmat Allah terlimpah padanya) berkata: Ketahuilah bahwasanya Dzat Pencipta Yang sangat besar kekuasaan-Nya dan sangat tinggi kalimat-Nya serta berkesinambungan nikmat-nikmat-Nya (yakni Allah SWT) telah menghiasi tujuh perkara dengan tujuh perkara dan menghiasinya pula bagi tiap-tiap yang tujuh perkara itu dengan tujuh perkara lainnya, untuk memberitahukan kepada orang-orang yang berilmu bahwasanya di dalam angka tujuh itu mempunyai keunikan, rahasia yang sangat besar dan kedudukan yang sangat agung di sisi Allah, Maharaja yang memiliki kemanfaatan.

Pertama: Allah menghiasi udara ini dengan tujuh lapis langit sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat An Naba ayat 12, yang artinya:

“Dan Kami (Allah) jadikan di atas kamu tujuh (langit) yang kukuh.”

Kemudian Allah menghiasi langit itu dengan tujuh bintang, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Al Hijr ayat 16, yang artinya:

Dan sungguh Kami telah menjadikan gugusan bintang di langit dan Kami telah menghiasinya bagi orang-orang yang memandangnya”

Tujuh bintang yang dimaksud adalah; Bintang Zuhal, Binta Musytari, Bintang Marikh, Bintang Syamsu, Bintang Zahro, Bintang Athorid dan Bintang Qomar.

Kedua: Allah telah menghiasi padang (tanah) yang lapang dengan tujuh lapis bumi. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Ath Thalaq ayat 12, yang artinya:

“Allahlah yang telah menciptakan tujuh langit dan bumi seperti itu pula…”

Kemudian Allah menghiasinya (bumi) itu dengan tujuh lautan. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat Luqman ayat 27, yang artinya:

“… dan laut, ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudahnya…”

Ketiga: Allah telah menghiasi neraka dengan tujuh tingkatan, yaitu: Jahannam, Sa’ir, Saqor, Jahim, Huthomah, Ladho dan Hawiyah. Kemudian Allah menghiasinya pula dari tiap-tiap neraka dengan tujuh pintu. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hijr ayat 44, yang artinya:

Neraka itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu telah ditetapkan untuk golongan yang tertentu dari mereka.”

Keempat: Allah menghias Al Quran (kitab suci umat Islam) dengan tujuh surat yang panjang. Kemudian Allah menghiasinya pula dengan tujuh ayat ummul kitab (Al-Fatihah/pembuka kitab) sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hijr ayat 87, yang artinya:

“Dan sesungguhnya Kami (Allah) tealh berikan kepadamu (Muhammad) tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang (yakni Al Fatihah) dalam Al-Quran yang agung.”

Kelima: Allah menghias manusia dengan tujuh anggota badan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua lutut dan satu wajah. Kemudian Allah menghiasinya dengan tujuh peribadatan, yaitu: dua tangan dengan doa, dua kaki dengan berkhidmat, dua lutut dengan duduk, dan wajah (muka) dengan sujud. Firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Alaq ayat 19 yang artinya:

“… dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).”

Keenam: Allah menghias umur manusia dengan tujuh tingkatan/tahapan. Pada masa baru lahir dinamakan tahapan rodhi’ (menyusu), kemudian tahap fathim (disapih), tahapan shobiyyi (bayi), tahapan gulam (masa kanak-kanak), kemudian tahapan syaab (pemuda/remaja), kemudian tahapan kuhul (yakni menginjak usia antara 30-50 tahun), dan menginjak tahapan Syaikh (masa tua). Dan selanjutnya Allah menghias tujuh tahapan umur ini dengan tujuh kalimat: yaitu ucapan/kalimat LAA ILLAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR RASULLULAH

Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al Fath ayat 26, yang artinya:

“… dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa (Laa ilaaha illallaah) dan mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memiliknya.”

Ketujuh: Allah menghiasi dunia ini dengan tujuh negeri yang besar, yaitu: 1) Hidustan, 2)Hijaz, 3) Bashrah, Badiyah, dan Kufah, 4) Irak, Syam (Siria), Khurasan sampai Balakh), 5) Roma dan Armenia, 6)Negeri Ya’juj dan Ma’juj, dan 7) Cina Turkistan.

Kemudian Allah menghias tujuh negeri yang besar itu dengan tujuh hari, yaitu Sabtu, Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat. Dan Allah memuliakan tujuh hari ini dengan tujuh Nabi, yaitu: Allah memuliakan Nabi Musa as. Dengan hari Sabtu, Isa bin Maryam as dengan hari Ahad, Dawud as. dengan hari Senin, Nabi Sulaiman as. dengan hari Selasa, Nabi Ya’kub dengan hari Rabu, Nabi Adam as. dengan hari Kamis, dan Nabi Muhammad SAW beserta umatnya dengan hari Jumat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s