PEDOMAN UNTUK MEMBINA

AMANAT PRESIDEN SOEHARTO BESERTA IBU DAN BAPAK HAMENGKU BUWONO IX

“………Tugas pokok dari pada gerakan pramuka adalah menumbuhkan tunas-tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, yang sanggup bertanggung jawab dan mampu membina serta mengisi kemerdekaan nasional kita. Untuk itu maka pembinanya harus dapat menserasikan antara ketinggian moral dan ketajaman akal, antara tanggung jawabnya pada diri dan tanggung jawabnya terhadap masyarakat, antara usaha untuk mengejar kemajuan lahir dan kebahagiaan bathin. Singkatnya: Suatu usaha untuk melahirkan manusia Indonesia yang utuh dan penuh keseimbangan, yang dapat berdiri sendiri mampu bertanggung jawab kepada dirinya dan bertanggung jawab kepada masyarakat…..”

Telah lama kita memiliki pancasila, tetapi kita tidak cukup dan tidak ingin hanya memilikiny, kita bertekat mengamalkannya.Kita ber”prasetia”untuk mewujudkannya, dengan pangkal tolak manusia sebagai makhluk social, sebagai pribadi yang dapat mengendalikan dalam hidupnya dalam masyarakat.Janji pada diri sendiri, dengan segala keberanian dan kemampuan selalu berusaha mengendalikan kepentingan pribadinya, guna memenuhi kewajibannya sebagai makhluk social dalam mewujudkan kehidupan pancasila itu, marilah kita namakan “EKA PRASETIA”

Yang kita janjikan pada diri sendiri adalah mengorbankan mengorbankan kepentinga pribadinya guna memenuhi kewajibannya sebagai makhluk social. Yang didorong oleh keinginan untuk menghayati dan mengamalkan sila-sila dari pancasila oleh karsa pribadi itu marilah kita namakan “PANCA KARSA” yang meliputi :

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghargai orang lain yang berlainan agama/kepercayaannya.
  2. Mencintai sesama manusia dengan selalu ingat kepada orang lain, tidak sewenang-wenang dan tetap seliro.
  3. Cinta kepada tanah air, Menempatkan kepentingan-kepentingan negara dan bangsa diatas kepentingan pribadi.
  4. Demokratis dan patuh kepada putusan rakyat yang sah.
  5. Suka menolong menggunakan apa yang dimiliki untuk menolang orang lain, sehigga dapat meningkatkan kemampuan orang lain itu.

Berdasarkan prasetia yang tunggal sebagai dasar pokok melaksanakan pancasila, dan karsa pribadi menghayati dan mengamalkan lima sila dari pancasila, kiranya pedoman penghayatan pancasila itu dapat disebut “EKA PRASETIA PANCAKARSA”

Kutipan sambutan presiden pada pembukaan musyawarah kerja kwartir nasional gerakan pramuka dengan kwarda se-Indonesia tgl 12 April 1976 di Istana Negara Jakarta.

“………Dalam usaha pembangunan jangka panjang, pendidikan bagi remaja-remaja putri kita akan sangat menentukan berhasilnya dan keselamatan kita dalam melaksanakan dan mencapai tujuan pembangunan itu. Ibu-ibu  yang baik akan tumbuhh dari remaja-remaja putrid yang baik. Dan ibu-ibu yang baik akan melahirkan putra-putra yang lebih baik. Mengenai pentingnya pendidikahn kaum wanita umunya dan remaja putrid khususnya, saya ingin mengulangi pendapat, walaupun kedengarannya agak berlebih-lebihan, tetapi ada baiknya kitarenungkan, pendapat itu mengtakan bahwa mendidik seorang laki-laki hanya berarti mendidik satu orang, akan tetapi mendidik seorang wanita, berarti mendidik satu keluarga. Karna itu pendidikan wanita putrid ini sungguh kita perhatikan.

Kutipan prasaran ibu tien selaku waka kwarnas pada mukernas gerakan pramuka tgl 12 April 1976 di Jakarta

Sri Sultan Hamengku Buwono IX

“……..Ikut sertanya pramuka-pramuka dalam kegiatan pembangunan bangsa adalah syarat mutlak demi kelanjutan hidup kepramukaan sebagai organisasi dunia. Kita dapat tetap taat pada dasar prinsip moral kepramukaan, tetapi kita harus memperbaharui acara-acara kegiatan kepramukaan yang sesuai dengan aspirasi generasi muda kita, dan dengan kebutuhan masyarakat kita……”

Kutipan prasaran Sri Sultan pada World scount conference yang ke-23 di Tokto Jepang Th 1970.

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA

I.UMUM
  1. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Ger Pram dan petunjuk peenyelenggaraannya merupakan landasan Hukum semua gerak kegiatan Ger Pram, yang harus ditaati oleh anggota gerakan pramuka.
    1. Anggaran dasar gerakan pramuka berisi mukaddimah dan hal-hal yang bersangkutan dengan apa dan bagaimana GerPram itu. Untuk uraian dalam anggaran bersifat umum dan pokok.
    2. Anggaran dasar Gerpram dibuat dan disahkan oleh munas gerakan pramuka sebagai pemegang kekuasaan tertinggi Gerakan pramuka.
    3. Anggaran dasar GerPram sebagai hasil munas Gerpram ditetapkan dengan ketetapan Presiden Republik Indonesia.

A} AD GerPram diperinci lebih lanjut oleh ART Gerpram dan petunjuk-petunjuk penyelenggara.

B} ART GerPram ditetapkan oleh Munas GerPram, tidak boleh bertentangan dengan Anggaran dasar Gerakan Pramuka

C} Petunjuk-petunjuk penyelenggaraan ditetapkan oleh kwrtir Nasional, dan tidak boleh bertentangan dengan AD ART GerPram

D} AD ART GP serta petunjuk penyelanggaraan itu harus ditaati, dihayati oleh setiap anggota Gerakan Pramuka.

E} AD dan ART dapat dirubah oleh Munas Gerakan Pramuka. Untuk disesuaikan dengan keperluan situasi dan kondisi bangsa Indonesia pada saat itu.

MAKSUD DAN TUJUAN ADANYA AD ART SERTA PETUNJUK PENYLENGGARAAN.
  1. Maksud adanya AD dan ART Gerakan Pramuka serta petunjuk penyelenggaraannya adalah untuk dijadikan pegangan dan landasan gerak kegiatan setiap anggota Gerakan Pramuka, Kwartir dan satuan Pramuka.
  1. Untuk mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan Gerakan Pramuka.
  2. Oleh karena itu setiap anggota Gerakan Pramuka harus memahami, menghayati dan melaksanakan ketentuan dalam  AD dan ART serta petunjuk penyelenggaraannya.
I.   POKOK-POKOK YANG PERLU DIHAYATI

1. Keputusan Presiden Republik Indonesia no 238 Th 1961 berisi ketetapan bahwa :

A   Penyelenggaraan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indonesia di tugaskan kepada perkumpulan Gerakan Pramuka.

B   Di seluruh wilayah RI perkumpulan Gerakan Pramuka dengan AD sebagaimana tertera surat lampiran keputusan ini adalah satu-satunya badan yang diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan kepanduan itu.

C   Badan-badan yang lain yang sama, yang sama sifatnya atau menyerupai perkumpulan Gerakan Pramuka. Dilarang adanya.

D    Surat keputusan ini mulai berlaku pada tgl 20 Mei 1961.

2.  Keputusan Presiden RI no 12 thn 1971 berisi ketetapan bahwa:

A   Mencabut AD Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir pada keputusan Presiden RI no 238 Th 1961.

B    Mengesahkan AD Gerakan Pramuka hasil Musyawarah Majelis Permusyawaratan Pramuka 1.tgl 12 sd 20 Oktiber 1970 di Pandaan Jawa timur, sebagaimana terlampir keputusan Presiden ini.

C    Hal-hal lain di bidang kepramukaamn yang belum cukup diatur dalam keputusan ini akan diatur lebih lanjut oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan mendengarkan kwarnas gerakan Pramuka.

3. Mukaddimah AD Gerakan Pramuka hendaknya kita pelajari dan dihayati, karena   mukoddi-

mah itu merupakan landasan cita Gerakan Pramuka serta gambaran tentang mengapa dan

kemana arah gerak kegiatan Gerakan Pramuka itu..

4. Dari situ dapat mengetahui apa Gerakan Pramuka itu, dasar falsafah dan sifatnya, serta

sebagaimana usaha Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuannya.

5. Selanjutnya kami persilahkan untuk membuka Buku Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah

Tangga Gerakan Pramuka.

POLA UMUM DAN SISTEM PENDIDIKAN GERAKAN PRAMUKA

PENGERTIAN

Pola umum Gerakan Pramuka adalah kerangka tata cara pelaksanaan usaha Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuannya. Pola ini meliputi segala bidang dalam gerPram, dan berlaku untuk semua jajaran dimana saja, serta dalam waktu kapan saja. TUJUAN DAN FUNGSI

  1. Adalah untuk menetapkan pengelolaan GerPram dan memperlancar pelaksanan tugas pokok Gerakan Pramuka.
  2. Sedang fungsinya adalah sebagai dasar dan pola pelaksanaan dalam penyusunan rencana kerja, program kerja dan rencana kegiatan kwartir dan satuan Pramuka, serta sebagai pegangan dan tuntunan para pelaksanaa pengelola Gerakan Pramuka. Dan dengan adanya pola umum gerak langkah pelaksanaan tugas pokok GerPram, dimanapun dan bila manapun selalu sama atau senada.

ISI POLA UMUM

Pola umum memuat:

1.Landasan :

a. Idiil : Pancasila dan UUD 1945.

b.Konstitusional dan sruktural:

1} UUD 1945

2} Kepres RI no 238/61 jo Kepres no 12/’71

c.Konsepsional

1. Hakekat Gerakan Pramuka

2. Tujuan Gerakan Pramuka

3. Kedudukan dan peran majelis pembimbing

4. Azas Pendidikan dan kebudayaan Indo.

5.Azas Pembangunan Nasionald

d.Operasional

1.Peraturan perundang-undangan tentang Pendidikan

2.Keputusan Munas Gerakan Pramuka.

e.Moral, Mental dan Spiritual.

Satya dan darma Pramuka.

2. Arah Pengenbangan:

Pengembangan Gerakan Pramuka diarahkan pada:

a.peningkatan ketahanan nasional

b.Pembinaan daya tahan masyarakat, ini dilakukan dengan melaksakan :

1.Pedoman penghayatan dan pengalaman Pancasila.

2.Pembangunan Nasional sesuai dengan GBHN.

3.Pendidikan Nasional melalui pendidikan kepramukaan sebagi pendidikan non formal.

4.Penyelarasan pengembangan GerPram dengan pemgembangan generasi muda.

5.Pembangunan Masyarakat.

3. Strategi

a. Strategi GerPram adalah kebijaksanaan dan siasat (pengrahan) Pimpinan GerPram dalam:

-Penyiapan methode, secara berdaya guna dan tepat guna.

-Pengelolaan sarana, untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka.

-Penggunaan tenaga, dalam rangka meningkatkan jumlah dan mutu anggota.

b. Untuk itu digunakan pendekatan secara manajeman yaitu semua usaha dilakukan dengan

mengikuti pola manajemen (menggunakan system pemograman dan anggaran)

c. Kebijaksanaan pengembangan jumlah dan mutu anggota itu diatur dengan pendiikan

Gerakan Pramuka.

4. Macam pola umum

Pengembangan GerPram dilakukan secara teratur dengan:

a.Pola umum jangka panjang (minimum 10 thn)

b.Pola umum jangka sedang(renja untuk satu masa bakti)

c.Pola umum jangka pendek(progja untuk satu tahun)

POLA DASAR PENDIDIKAN

1.Pola umum jangka panjang terdapat.

a.  Kebijaksanaan pimpinan, yang berisi pokok kebijaksanaan pimpinan dalam mengembangkan Gerakan Pramuka, dengan memperhatikan tugas pokok GerPram dan factor yang mempengaruhinya.

b.  Pola dasar:1. Pendidikan dalam Gerakan Pramuka.

2. Pelaksanaan kegiatan

3. Pembinaan umum(tenaga sarana, perlengkapan, keuangan)

4. Pembangunan sarana fisik

5.  Pengembangan usaha dan koprasi

c.  Sarana pembinaan peserta didik yaitu, pembinaan rohani dan ketaqwaan kepada

Tuhan

Pembinaan jasmani

-peningkatan kecerdasan, ketrampilan, dan ketangkasan.

-Pembinaan jiwa kepemimpinan.

-Pembinaan pengetahuan, kebudayaan dan patiotisme

-Menambah pengetahuan.

-Meningkatkan kepekaan terhadap perubahan lingkungan dan kesadaran untuk

membangun.

2. Pola dasar pendidikan dalam Gerakan Pramuka berisi pendidikan yang menyeluruh dan

terpadu.

Proses pendidikan bagi peserta didik

1. Menggunakan PDMPK dan saling asuh asih asuh.

2. Dilakukan melalui:

a.Pendidikan yang diatur dengan SKU SKK dan syarat Pramuka Garuda

b.Kegiatan dan pertemuan, seperti pesta siaga, jamboree, Raimuna dan Perkemahan

wira karya.

3. Diarahkan pada pencapaian sasaran dan tujuan Gerakan Pramuka.

PENGERTIAN, SIFAT DAN FUNGSI KEPRAMUKAAN

Sebagai anggota GerPram, kita harus mengerti dan memehami apa hakekat kepramukaan itu dan menghayati bagaimana pelaksanaan kepramukaan itu dalam Gerakan Pramuka dengan memahami dan menghayati kepramukaan itu, diharapkan kita dapat bersikap dan bertindak sesuai dengan hakekat kepramukaan itu.

Kepramukaan adalah?

Kepramukaan bukanlah suatu ikmu yang harus dipelajari secara tekun, bukan pula merupakan suatu kumpulan dari suatu naskah dan ajaran dari buku. Bukan? Kepramukaan adalah suatu permaianan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengdakan pengembaraan seperti kakak beradik membina kesehatan, dan kebahagiaan, keterampilan dan kesediaan memberi pertolongan.

Jika dikaji lebih jauh lagi maka akan kita temukan hakekat dari KEPRAMUKAAN itu.

A -Proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan pemuda dibawa tanggung jawab orang dewasa.

B -Diselanggarakan diluar pendidikan sekolah dan diluar pendidikan keluarga.

C -Dengan menggunakan prinsip Dasar Methodik pendidikan kepramukaan-kepramukaan  sebagai proses pendidikan harus merupakan yang dapat dipertanggung jawabkan dan bernilai dari segi pendidikan dan kejiwaan.

SIFAT KEPRAMUKAAN

Resolusi konferensi kepramukaan sedunia Thn 1924 di Kopenhogen Denmark menyatakan nahwa lepramukaan mempunyai tiga sifat yang khas:

  1. Nasional. Organisasi ini dalam menyelenggarakan pendidikannya disesuaikan dengan keadaan dan kepentingan masyarakat bangsa dan negara itu,harus sesuai dengan masyarakat setempat.
  2. Internasional. Bahwa kepramukaan di negara manapun harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antar sesama pramuka dan sesama manusia tanpa membedakan golongan, agama, bangsa, dll.
  3. Universal. Bahwa sifat elastis dimana saja dapat dipergunakannya, begitu juga dengan menerapkan system pendidikannya, yang harus sesuai dengan PDMPK.

FUNGSI KEPRAMUKAAN

Kepramukaaun mempunyai fungsi sebagai :

  1. Kegiatan menarik bagi anak dan pemuda

Kegiatan menarik yang menyenangkan serta mengandung unsure pendidikan, tentunya

mempunyai aturan dan tujuan, bukan hanya sekedar bermain-main yang tanpa tujuan dan

aturan.

  1. Bagi orang dewasa kepramukaan bukan merupakan permainan lagi melainkan pengabdian yang butuh akan pengorbanan, kerelaan, keikhlasan. Demi untuk mengabdikan diri kepada suksesnya suatu organisasi.
  2. Alat bagi masyarakat dan Organisasi

Kepramukaan merupakan alat untuk memenuhi kebutuhan dalam menncapai tujuan.

Jadi

kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu

sebagai alat saja bukan tujuan pendidikannya.

ISTILAH GERAKAN PRAMUKA DAN PRAMUKA.

Kepramukaan adalah proses pendidikan yang di seluruh Dunia itu sama. Gerakan Pramuka

adalah nama organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilak -sanakan di Indonesia. Pramuka adalah sebutan dari anggota gerakan pramuka, yang berusia 7 th sampai 25 th dan berkedudukan sebagai peserta didik yaitu sebagai pramuka siaga, penggalang, penegak, dan pandega. Kelompok anggota yang lain adalah para pembina andalan pamong saka, pelatih dan lain-lain. Pramuka dilihat dari asal kata : praja: warga, rakyat negara suatu negara

moeda: mereka yang berjiwa muda atau yang muda dari usianya(7 s/d 25 th) karana: kesanggu- pan, kemampuan, keuletan, dalam berkarya. Dan asal kata tersebut dari Bahasa Sansekerta.

SEJARAH SINGKAT GERAKAN KEPANDUAN SE-DUNIA

Tak kenal maka tak sayang oleh karena itu sebelum mempelajari tentang kepramukaan terlebih dahulu kita harus tahu akan asal usul dari Kepramukaan itu sendiri, sangatlah perlu untuk me -ngetahui sejarah berdirinya dan berkembangnya Gerakan Kepramukan sedunia.

Kalau membahas sejarahnya tentu kita harus mengkaji pendiri dari Gerakan Kepramukaan itu yakni LORD ROBERT BADEN POWELL OF GILWELL. Karna dari pengalaman hidup be liaulah yang mengilhami gagasan tentang pembinaan para remaja di Inggris. Pembinaan inilah yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Kepramukaan sekarang ini.

PENGALAMAN BADEN POWEL.

Beliau lahir Th 22 Pebruari 1857 di London nama sesungguhnya Robert stephonson  smyth, ayahnya seorang profesor Giometri di Universitas Oxford, bernama bden powell, yang  me ninggal ketike Stephenson masih kecil, diantara pengalaman Boden Powell yang berpenga ruh pada adanya kegiatan yang menarik yang dialami sejak kecil sampai dewasa.

  1. Yatim sejak kecil, dan mendapat bimbimbingan watak dari Ibunya.

b.  Latihan ketangkasan, berlayar, berenang, berkemah, Olah raga dll

  1. Dia sangat disenangi dengan teman temannya karena Lucu Gembira cerdas suka main musik dll

d.  Sewaktu di India sebagai pembantu Letnan pada resimen 13 Kaveleri yang berhasil mencari jejak kuda yang hilang, dan diketemukan di puncak Gunung, serta berhasil melati panca indra kepada kimball 0’hara.

  1. Pengalamankurang makn sewaktu terkepung bangsa boer di Kota Mafeking.

Dari pengalaman penglaman itu tersusun rapi pada sebuah buku Aids To scoting. Dari buku ini yang banyak menjadi petunjuk bagi tentera muda Inggris agar dapat melakukan penyelidik dengan baik.

SEJARAH SINGKAT KEPANDUAN SEDUNIA

1.  Pada awal tahun 1908 BP selalu menulis cerita pengalamannya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya, sehingga terbit buku “ Scoting For Boys “

2.  Kemudian disusul berdirinya Organisasi Kepramukaan Putri yang diberi nama Girl Guides atas bantuan Agnes, adik perempuan BPdan kemudian diteruskan oleh Ny Boden Powell

3.  Th 1916 berdiri Pramuka usia Siaga, yang disebut CUB (anak serigala) anak didikan rimba (anak yang didik di dalam rimba oleh induk serigala) karangan Ruyard Kipling sebagai pembungkus kegiatan CUB tersebut.

4.  Th 1918 BP membentuk Rover Scout (Penegak) tampungan dari anak usia 17 yang masih giat dan berlatih Kepramukaan, dan pada Th 192 terbit buku Rovering To success (pengembara menuju bahagia) berisi petunjuk dalam menghadapi hidupnya agar mencapai kebahagiaan.

Dihadapannya terdapat karang karang bahaya yaitu:

Karang perjudian

Karang Wanita

Karang Minuman keras dan merokok

Karang Munafik hanya mementingkan diri sendiri.

Karang tidak berTuhan

5.  Th 1920 diselenggarakan Jambore Dunia, di arena olimpia, London. BP telah mengundang Pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Bp diangkat sebagai Bapak Pandu sedunia.

KODE KEHORMATAN DALAM GERAKAN PRAMUKA

DWI SATYA

Aku berjanji akan bersungguh sungguh:

–      Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga

–      Setiap hari berbuat  kebaikan

DWI DARMA

1.  Siaga itu menurut Ayah Ibundanya

2.  Siaga itu berani dan tidak putus asa

TRI SATYA (untuk Pramuka Penggalang)

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersunguh sungguh

– Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan

menjalankan Pancasila

– Menolong sesam hidup dan mempersiapkan diri untuk membangunmasyarakat

– Menepati Dasa Darma

Tri satya untuk penegak dan Pandega, sedikit ada perbedaan pada nomor dua

–      Menolong sesame hidup dan ikut serta membangun masyarakat

DASA DARMA PRAMUKA

Sesuai dengan SK 036 / KN / 79

1.  TAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA

a.Amal sholeh dan menjalankan ajaran agama

b.Menjauhi larangan Tuhan

c.Cinta ibu bapak dan berbakti kepadanya

d.Mencintai seluruh ciptaan Tuhan

2. CINTA ALAM DAN KASIH SAYANG SESAMA MANUSIA

a.Giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat

b.Ikut menanggulangi penderitaan orang

c.Giat berlatih, bekerja, belajar untuk kepentingan bangsa dan Negara

3. PATRIOT YANG SOPAN DAN KESATRIA

a.Berfikir, berbicara, dan berbakti sesuai dengan Pancasila

b.Setia dan berbakti untuk bangsa dan Negara

c.Gerak dan langkah sesuai dengan Pancasila

4. PATUH DAN SUKA BERMUSYAWARAH

a.Menjalankan kewajibannya sebagai warga warga Negara dengan adil dan penuh kesadaran

dan kewajiban serta keikhlasan

b.Rela berkorban untuk kepentingan dan kemuliaan bangsa Indonesia

5. RELA MENOLONG DAN TABAH

a.Turut membangun masyarakat

b.Bergotong royong membangun masy

c.Menjalankan norma norma Pancasila

6. RAJIN TRAMPIL DAN GEMBIRA

a.Sopan santun kepada sesame

b.Selalu menepati janji dan tahu waktu

c.Bertindak sesuai dengan Pancasila

7. HEMAT CERDAS DAN BERSAHAJA

a.Mengutamakan menabung

b.Belajar, bekerja dengan tekun

c.Berpakaian sederhana rapid an sopan

8. DISIPLIN BERANI DAN SETIA

a.Berlatih dalam menangani yang sukar

b.Sadar akan kewajiban dan melksanakan dengan senang hati

c.Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya

9. BERTANGGUNG JAWAB DAN DAPAT DIPERCAYA

a.Rajin kerja dengan penuh tanggung jawab

b.Tindak tanduknya disiplin dengan sifat kesatria

10. SUCI DALAM PIKIRAN PERKATAAN DAN PERBUATAN

a.Jujur dan suci dalam menolong Umat

b. Menghargai, berlaku, bertindak satria

c. Menjalankan tugas apapun dengan sebaik-baiknya dengan teliti

SEJARAH SINGKAT GERAKAN PRAMUKA

Pendidikan Kepramukaan merupakan Pendidikan Nasional yang penting, serta bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, oleh karena itu sejarah kepramukaan perlu kita pelajari dengan maksud :

1.  Agar tahu proses pembentukan dan perkembangan GP dan mengetahui pula peranan yang dilakukan dalam perjuangan bangsa Indonesia

2.  Agar mengetahui dan mengingsapi kedudukan GP dalam hubungan sejarah perjuangan bangsa

3.  Agar dapat memahami kebijaksanaan dalam menyelenggarakan usaha pendidikan Kepramukaan di Indonesia.

SEJARAH SINGKAT  GERAKAN PRAMUKA

1.  Pada th 1908 Mayor Robert Boden Powell dari Ingris melancarkan Gagasan tentang pendidikan di luar sekolah untuk anak anak Inggris dengan tujuan supaya menjadi manusia Inggris, warga Inggris, dan anggota masyarakat Inggris yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan kerajaan Inggris raya pada saat itu.

2.  Dari itulah beliau mengarang Buku “Scouting for Boys” yang memuat cerita pengalaman beliau dan latihan yang diperlukan Pramuka

3.  Gagasan ternyata jitu cemerlang, dan sangat menarik sehingga dilaksanakan juga di Negara Negara lain.

4.  Oleh Negara belanda gagasan tersebut diteruskan didaerah jjahannya dan didirikan oleh orang belanda di Indonesia Organisasi yang bernama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging/Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda)

5.  Para pemimpin pergerakan nasional gagasan itu diambil alih dan dibentuk organisasi –organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik yaitu menjadi kader penggerak pergerakan nasional, untuk pemakaian nama berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain antara lain. JJP Jong Java Padvinders, Hisbul Wathon dan SIAP Serekat Islam Afdeling Padvinders.

6.  Sumpah pemuda yang dicetuskan dalam konggres pemuda Tanggal 28 08 1928 benar-benar menjiwahi gerakan kepanduan nasional untuk bergerak lebih maju.

7.  setel;ah pemerintah belanda mengetahui bahaya persatuan yang digalang dari para padvinders pribumi maka pemerintah Belanda melarang menggunakan nama organisasi padvinders selain milik pemerintah Belanda (NIPV). Maka para tokoh pergerakan mencari solusi agar jangan sampai persatuan yang mulai berjalan berhenti sampai disitu. Maka KH Agus Salim menggunakan istilah Pandu dan Kepanduan sebagai pengganti dari istilah Padvinders (asing tersebut.

8.  Dengan meningkatnya kesadaran nasional, maka timbullah niat untuk menggerakkan persatuan antara pandu-pandu. Ini menjadi kenyataan pada tahun 1930 dengan adanya INPO (Indonesche Padvinders Organizaty) PK (Pandu Kesultanan) PPS Pandu pemuda Sumatra) berdiri menjadi satu organisasi yaituKBI (Kepanduan Bangsa Indonesia) kemudian terbentuklah suatu federasi yang dinamakan persatuan antar pandu Indonesia  (PAPI) pada tahun 1931 yang kemudian berubah menjadi badan pusat persaudaraan kepanduan Indonesia BPPKI pada tahun 1938.

9.  Pada sat penjajahan Jepang organisasi kepanduan dilarang adanya, tokoh tokoh kepanduan banyak yang masuk pada organisasi Sainedan, KaibodanHaiho, Peta dan lain-lain

  1. Setelah Praklamasi disaat berkobarnya perang kemerdekaan dibentuklah organisasi  Kepanduan yang terbentuk kesatuan yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Solo sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ada di wilayah Negara Indonesia.
  2. Setelah pengakuan kedaulatan maka dalam alam Liberal terbukalah kesempatan kepada siapapun untuk membentuk organisasi organisasi kepanduan maka berdirilah orgfanisasi Pandu Ansor, HW, PK, SIAP,PII, KBI dan lain-lain.
  3. Menjelang tahun 1961 kepanduan telah berpecah-pecah menjadi lebih dari 100 kepanduan, hal ini suatu suatu keadaan yang terasa amat lemah meskipun sebagian dari organisasi itu terhimpun didalam tiga tiga organisasi federasi (IPINDO) tanggal 13 September 1951, POPPINDO) tahun 1954 dan PKPI. Pada tahun 1955 IPINDO berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di pasar minggu.
  4. Pada waktu yang lemah itu kemudian federasi tersebut melebur menjadi satu yaitu PERKINDO akan tetapi dari 100 federasi yang ikut bergabung cumin 60 saja dengan jumlah anggotakurang lebih 500 000 orang.
  5. Sebagian dari anggota PARKINDO terutama ada yang dibawah Onderbouw organisasi politik atau massa tetap berhadap-hadapan satu sama lain sehingga tetap terasa lemah Gerakan Kepanduan Indonesia.
  6. Oleh Parkindo dibentuklah suatu panitia untuk memikirkan jalan keluar, panitia itu menyimpulkan bahwa selain lemah juga terpecah-pecah juga terpaku dalam gaya lama cenderung tradisional, pembawaan dari luar negeri. Ini berakibat pada pendidikan yang diselenggarakan belum sesuai dengan keadaan bangsa dan masyarakat sehingga kepanduan kurang mendapat respon oleh masyarakat Indonesia. Kepanduan hanya berjalan dikotakota besar saja lagipula orang-orangnya berbau pendidikan barat.
  7. Kelemahan ini dibuat kesempatan oleh komunis sebagai alasan untuk memaksa Gerakan Kepanduan Indonesia menjadi Gerakan PIONIER muda seperti yang ada di Negara-negara komunis.
  8. Akan tetapi kekuatan Pancasila didalam parkindo menentangnya dan dengan bantuan aperdana Mentri Juanda maka perjuangan mereka(Parkindo) menghasilkan Kepres RI No 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Pada tanggal 20 Mei 1961 ditanda tangani oleh Ir Juanda sebagai pejabat presiden Republik Indonesia, karena Presiden Soekarno sedang berkunjung kejepang.
  9. Gerakan Pramuka suatu perkumpulan yang berstatus non governmental bukan badan pemerintahyang berbentuk kesatuan. Gerakan Pramuka diselenggarakan menurut jalan aturan Demokrasi, pengurusnya (Kwarnas, Kwarda, Kwarcab, Kwarran dan Gudep) dipilih dalam musyawarah.
  10. Semua organisasi kepanduan melebur menjadi satu yaitu Gerakan Pramuka, terkecuali yang diselenggarakan oleh komunis.
  11. Didalam Kepres No 238 tahun 1961 Gerakan Pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya organisasi yang diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia. Organisasi lain yang sama dan menyerupai sifatnya dengan Gerakan Pramuka dilarang adanya.
  12. Dalam AD Gerakan Pramuka ditetapkan bahwa dasar Gerakan Pramuka adalah Pancasila dan ditetapkan pula bahwa Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak dan pemuda Indonesia dengan PDMPK yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar menjadi manusia-manusia yang baik berguna bagi pembangunan bangsa dan Negara.
  13. Ketentuan di AD tentang PDMPK Prinsip-prainsip  Dasar Methodik Pendidikan Kepramukaan yang pelaksanaannya    diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia itu ternyata banyak membawa banyak perubahan, yang membawa  Gerakan Pramuka dapat mengembangkan kepentingannya secara meluas. PDMPK sebagai mana dirumuskan oleh Lord Boden Powell itu tatap dipegang, akan tetapi cara pelaksanaannya itu dirubah disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan Nasional di Indonesia, dengan keadaan dan kebutuhan regional di masing-masing daerah di Indonesia bahkan juga diserasikan dengan keadaan dan kebutuhan lokal di masing-masing desa di Indonesia.
  14. Gerakan Pramuka itu ternyata jauh lebih kuat organisasinya dan ternyata memperoleh tanggapan dari masyarakat luas sehingga dalam waktu singkat organisasinya telah berkembang dari kota sampai pelosok desa dengan jumlah anggotanya meningkat dengan pesat.
  15. Kemajuan pesat itu adalah juga berkat system Mabi yang dijalankan oleh Gerakan Pramuka pada tiap tingkat, dari tingkat Nasional sampai pada tingkat Gudep.
  16. Mengingat bahwa kira-kira 80 persen dari pada penduduk bangsa tinggal di desa dan mengingat pula bahwa 75 persen adalah keluarga petani maka Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada tahun organisasi pertama (1961) sudah menganjurkan bahwa supaya para  Pramuka penyelenggarakan kegiatan dibidang pembangunan masyarakat desa.
  17. Pelaksanaan anjuran itu, terutama di Jawa Tengah dan di daerah D I Yogyakarta, kemudian di Jatim dan Jabar, setelah menarik perhatian-pemimpin masyarakat Indonesia. Maka pada tahun 1966 Mentri pertanian dan ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan instruksi bersama, yaitu tentang pembentukan suatu karya Pramuka Taruna Bumi.
  18. Satuan-satuan Karya Pramuka Taruna Bumi itu dibentuk dan diselenggarakan khusus untuk memungkinkan adanya kegiatan-kegiatan Pramuka dibidang pendidikan cinta pembangunan pertanian dan pembangunan masyarakat desa secara lebih nyata dan intensip. Disamping itu ada pula satuan karya Pramuka Dirgantara,  satuan karya Bahari dan saka Bhayangkara, yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dibidang pendidikan cinta Dirgantara, pendidikan cinta bahari, dan pendidikan cinta ketertiban pada masyarakat. Satuan-satuan karya tersebut, terdiri dari Pramuka-Pramuka penegak (16 sampai 20 tahun) dan pramuka-pramuka pandega yang berminat. Pramuka-pramuka siaga dan pramuka penggalang, tidak ikut dalam saka tersebut, akan tetapi para penegak dan pandega dalam gudepnya menjadi Instruktur bagi adik-adiknya dan rekan-rekannya pramuka dalam kecakapan yang diperolehnya sebagao karya yang dimaksudkan.
  19. Kegiatan-kegiatan saka Taruna Bumi ternyata membawa pembaharuan, bahkan membawa juga semangat untuk mengusahakan penemuan-penemuan baru (inovasi) pada pemuda-pemuda desa yang selanjutnya mempengaruhi seluruh rakyat desa.
  20. Perluasan Gerakan Pramuka sampai di desa-desa, kegiatan dibidang pembengunan pertanian, pembangunan masyarakat desa, dan membutuhkan serta menyelenggarakan saka pramuka taruna bumi, telah mengalami kemajuan pesat, sehingga menarik perhatian badan internasional seperti FAO, UNICEF, UNESCO, ILO dan BOY Word Bureau.
  21. Dalam perkembangan masyarakat Indonesia dewasa ini, menghadapi berbagai problem-problem social, separti kepadatan penduduk, urbanisasi pengangguran dsb. Berhungan dengan itu maka pada tahun 1970 Mentri Transmigrasi , koperasi dan ketua Kwarnas Gerakan Pramuka mengeluarkan suatu instruksi yaitu tentang partisipasi Gerakan Pramuka dalam menyelenggarakan transmigrasi dan pembinaan gerakan koperasi.
  22. Dan berhubungan dengan masalah droup outs (anak-anak yang berhenti sekolah ditenga jalan) maka Gerakan Pramuka juga mengarahkan perhatiannya kepada pendidikan kejuruan, untuk memberi bekal hidup kelak kepada anak-anak, pemuda-pemuda, terutama pada yang putus sekolah untuk itu diadakan kerja sama dengan departemen prindustrian.
  23. Dalam rangka usaha peningkatan kecakapan, keterampilan dan masyarakat Gerakan Pramuka mengadakan kerja sama dengan instansi, seperti PMI, BI (Tabanas), Tapelpram departemen pekerjaan umum. Departemen P dan K departemen Agama, dan lain-lain.

TUJUAN

DAN TUGAS POKOK GERAKAN PRAMUKA

Setiap anggota gerakan pramuka harus memahami dan menghayati pengertian kepramukaan. Disamping itu harus mengerti pula tujuan dan tugas pokok Gerakan Pramuka, sehingga mengerti tugas, tanggung jawab dan arah kegiatan yang harus dilakukannya.

TUJUAN

Tujuan Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan PDMPK yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar supaya

  1. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta
  • A  Tinggi mental moral budi pekerti dan kuat keyakinan beragama
  • B  Tinggi kecerdasan dan keterampilannya
  • C  Kuat dan sehat fisiknya
  1. Menjadi warga Negara Indonesia yang ber Pancasila, setia dan patuh kepada Negara kesatuan Republik Indonesia sehingga menjadi aggota masyarakatyang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelenggarakan pembangunan bangsa dan Negara

Tujuan tersebut merupakan cita-cita Gerakan Pramuka karena itu semua kegiatan yang dilakukan oleh semua unsure dalam Gerakan Pramuka harus mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.

TUGAS POKOK

  1. Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia, menuju ketujuan  Gerakan Pramuka sehinga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu menyelengarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan Negara.
  2. Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan minat peserta didiknya
  3. a. Gerakan Pramuka berkewajiban melaksanakan EKA PRASETIA PANCAKARSA

b. Karena kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka harus disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalam GARIS BESAR HALUAN NEGARA yang merupakan ketetapan MPR. Gerakan Pramuka dalam ikut membentuk pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan pemerintah dan segala peaturan perundang-undangannya.

  1. Gerakan Pramuka hidup dan bergerak ditengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karena hanya Gerakan Pramuka harus memperhatikan pula keadaan kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk orang tua pramuka, sehingga Gerakan Pramuka terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga pramuka sesuai dengan apa yang  diharapkan orang tua pramuka dan masyarakat setempat.
  2. Dalam pelaksanaan kegiatannya, Gerakan Pramuka menggunakan PDMPK, system among dan berbagai methode penyajian lainnya. Para pramuka mendapat pembinaan dalam satuan gerak sesuai dengan usia dan bidang kegiatannya, dengan mengikuti pada syarat kecakapan umum, khusus, dan pramuka garuda.
  3. Sasaran yang ingin dicapai dengan pendidikan kepramukaan itu ialah:
  • A Kuat keyakinan beragamanya.
  • B tinggi mental dan moralnya, serta berjiwa Pancasila.
  • C Sehat, segar dan kuat jasmaninya.
  • D Cerdas tangkas dan trampil.
  • E Berpengetahuan luas dan dalam.
  • F Berjiwa kepemimpinan dan patriotic.
  • G Berkesadaran nasional dan peka terhadap perubahan lingkungan.
  • H berpengalaman banyak.

Nb Lihat lampiran anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Gerakan Pramuka

KIASAN DASAR

Kiasan dasar adalah alam piker yang mengandung kiasan atau gambaran sesuatu yang disanjung dan didambakan yang menjadi dasar adalah romantika perjuangan besar bangsa Indonesia oleh karena itu, gambaran yang ada hubungannya dengan perjuangan bangsa. Baik masa lalu maupun masa pembangunan sekarang.

ROMANTIKA PERJUANGAN BANGSA

Kebesaran bangsa Indonesia dimulai semenjak kedaulatan Syailendra Sriwijaya dan Negara-negara Keprabuan Majapahit, dengan runtuhnya Majapahit bangsa kita dijajah berganti-ganti oleh Negara sebagian dari penderitaan itu. Maka terjadilah pergolakan-pergolakan untuk merebut kembali kemerdekaan, pemberontakan-pemberontakan itu dipimpin oleh para pahlawan. Seperti Sultan Agung, Pangeran Antasari, Sultan Hasanuddin. Karena perjuangan-perjuangan itu masih bersifat lokal, dan masih belum ada persatuan, maka segala perjuangan tersebut belum mencapai hasil sebagai mana yang dicita-citakan. Tanggal 20 Mei 1908 adalah dimulainya perjuangan baru, perjuangan mensiagakan rakyat maka masa itu dapat kita namakan masa siaga tanggal 28 Oktober 1928 dengan sumpah pemuda di letakkan dasar untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Masa ini disebut juga dengan masa penggalang. Pada tanggal 17 Agustus 1945 ditegakkan negara republik Indonesia, maka ini dapat dinamakan masa menegakkan (penegak). Perjuangan selanjutnya adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, baik pembangunan mental maupun fisik oleh karena itu kita memerlukan sosok pemimpin yang jujur dan penuh tanggung jawab, yang memandegani pelaksanaan pembangunan, dalam membina bangsa dan negara. Bangsa ini buutuh adanya pemimpin yang dapat diandalkan. Dalam pembangunan perlu adanya bantuan-bantuan bahan bahan yang berup, kesadaran yang tinggi dan penataan yang baik, kita memulai dari penggalang untuk meramu (bahan-bahan) dari sini kemudian kita rakit (Susun) dan akhirnya kita terapkan (Praktek) untuk melaksanakan usaha tersebut. Tidak cukup sampai di situ kita masih butuh adanya bantara-bantara (ajudan-ajudan, pengawas, kader) pembangunan yang kuat, baik, trampil dan bermoral Pancasila yang sanggup dan mampu melaksanakan pembangunan bangsa dan negara, serta memandeganinya (mengelolanya)

BENTUK TATA PELAKSANAAN KIASAN DASAR

Dalam hal ini tentunya diserasikan dengan keadaaan kepentingan dan perkembangan bangsa, dan masyarakat Indonesia.

Kata-kata penting dalam urutan perjuangan bangsa sejak masa lampau sapai sekarang dipergunakan istilah-istilah dalam Gerakan Pramuka, dari usia 7 sampai 10 tahun disebut Siaga. Usia 11 sampai 15 tahun disebut Penggalang. Usia 16 sampai dengan 20 tahun disebut Penegak dan untuk usia 21 sampai dengan 25 tahun disebut Pandega, sedang yang lebih dari itu dan masih aktif disebut pembina, anggota yang yang mengurusi Kwartir disebut andalan.

ISTILAH UNTUK SATUAN

Satuan kecil dari siaga adalah barung ( tempat penjaga ramuan bangunan) satuan dari beberapa barung disebut perindukan (tempat dimana anak cucu berkumpul) satuan untuk Penggalang disebut regu (gardu, pangakalan untuk meronda) satuan dari beberapa regu disebut pasukan (tempat suku berkumpul) satuan kecil dari penegak adlah sangga ( rumah kecil untuk orang yang diberi tanggng jawab menggarap sawah atau ladang) satuan besar dari pandega adalah Racana (pondasi, alas tiang umpak atap)

Tantangan para pramauka adalah pemecahan dengan segala masalah kesukarelaan untuk kepentingan nasional selanjutnya setiap anggota pramuka yang mengadakan kegiatan seharusnya melatar belakangi dengan romantika perjuangan bangsa dari jaman Rhatu Simo, Tarumanegara …… sampai sekarang.

oO  enak mengerti sesuatu yang tidak semua orang memahaminya Oo renungkan ???????

PRINSIP DASAR METHODIK PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

Prinsip ini yang digunakan dalam pendidikan kepramukaan, yang membedakan dengan gerakan lainnya Baden Powell sebagai pendiri telah menyusunya dan mgnggunakan untuk membina generasi muda melalui pendidikan kepramukaa. Jika prinsip ini salah satu tidak diterapkan maka tidak lagi menjadi organisasi kepramukaan.

Prinsip dasar methodik pendidikan kepramukaan yang diicetuskan oleh Baden Powell dalam anggaran kepramukaan sedunia Bab IV sebagai berikut:

  1. Kewajiban terhadap Tuhan dan agama.
  2. Setia kepada negara.
  3. Persahabatan dan persaudaraan sedunia.
  4. Menolong sesama hidup.
  5. Satya dan Darma Pramuka.
  6. Kesuka relaan.
  7. Non politik.
  8. Metode latiahan yang unik bagi anak dan pemuda, dalam bentuk kegiatan yang diarahkan untuk menyiapkan mereka menjadi anggota masyarakat yang baik dan atas dasar :
  • A Sistem beregu
  • B sistem tanda kecakapan
  • C kegiatan dialam terbuka.

PDMPK yang merupakan bukti bahwa kepramukaan itu bersifat UNIVERSAL dan syarat mutlak  untuk diterima sebagai anggota organisasi kepramukaan dunia.

Sedang dalam negara kita pramuka dengan menggunakan PDMPK adari hasil seminar kepandu an nasional Indonesia di Tugu Jabar tanggal 21 sampai 24 Januari 1957 yang tidak terelepas dari yang asal prinsip itu ialah :

  1. Prinsip kesuka relaan
  2. Prinsip Kode kehormatan, dalam bentuk janji dan ketentuan moral.
  3. Sistem beregu.
  4. Satuan terpisah untuk putra dan putrio
  5. Sistem tanda kecakapan
  6. Kegiatan menarik yang mengandung pendidikan
  7. Penyesuaian dengan perkembangan Jawa.
  8. Keprasahajaan hidup.
  9. Swadaya.

Segala bentuk kegiatan harus berdasar pada prinsip tersebut pelaksanaannya harus diserasikan dengan keadaan agar tercapai apa yang menjadi tujuan ini harus mengarah pada pengembangan dan pembinaan watak, mental, jasmani, rohani, bakat, pengetahuan pengalaman dan kecakapan melalui kegiatan yang dilakukan dengan praktek dan praktis.

PRINSIP KESUKA RELAAN

Prinsip kesuka relaan adalah salah satu dari PDMPK menurut ketentuan AD dan ART Gerakan Pramuka. Kesuka relaan merupakan sikap atau perbuatan yang bukan karena paksaan. Sikap laku itu dilandaskan pada sifat-sifat:

  • A Ketulusan hati.
  • B Tanpa pamrih
  • C Mengutamakan dari pada hak.
  • D Pengabdian.
  • E Tanggung  jawab.

Prinsip ini dapat mengembangkan kepemimpinan yang bertanggung jawab. Pada anggota Gerakan Pramuka

CARA PELAKSANAAN PRINSIP KESUKA RELAAN

  1. Kesuka relaan harus menjadi dasar bagi seseorang  untuk menjadi anggota Gerakan Pramuka kalau seseorang itu telah menjadi anggota  Gerakan Pramuka , maka atas dasar kesukarelaannya itu ia mentaati AD dan ART Gerakan Pramuka serta ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Gerakan Pramuka. Atas dasar kesukarelaan itu ia ikut berpartisipasi aktip dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka.
  2. Seseorang itu adalah anggota Gerakan Pramuka serta menggunakan hak-haknya sebagai anggota Gerakan Pramuka , kalau;
  3. Kesuka relaan itu akan timmbul dan berkembang pada setiap peserta dalam peserta didik dalam Gerakan Pramuka.
  4. Atas dasar tersebut para pembina mampu untuk menciptakan berbagai faktor yang dapat emenumbuhkan kesukarelaan bagi peserta didik.
  • A Dengan suka rela mengucapkan janji sebagai kode kehormatan pramuka dalam suatu  pelantikan menjadi anggota Gerakan Pramuka.
  • B Dengan suka rela mengikuti kegiatan-kegiatan dalam rangka memenuhi persyaratan umum sebelum dengan kesuka relaan mengucapkan janji sebagai kode kehormatan pramuka.
  • C Dengan suka rela menyatakan kesanggupannya untuk ikut membina dan mengembangkan Gerakan Pramuka sebelum dengan suka rela mengucapkan janji  sebagai kode kehormatan pramuka.
  • A Peserta didik meresakan suasana kekeluargaan yang akrab, cinta kasih, keadilan, kepantasan, kesanggupan berkorban, saling membantu, saling hormat-menghormati, disiplin dalam setiap satuan pramuka.
  • B Peserta didik merasakan bahwa kepramukaan itu baginya menarik, berguna bagi hidup dan penghidupannya, dihayati maksud, saran dan tujuannya serta sesuai dwengan aspirasi, kebutuhan, situasi dan kondisi peserta didik.

PRINSIP KODE KEHORMATAN

  1. Pengertian dasar kode kehormatan.
  • A Kode adalah sandi dan sandi adalah sesuatu yang disimpan atau sesuatu yang dirahasiakan, hanya boleh diketahui orang dalam
  • B Kehormatan ialah rasa atau kesadaran yang timbul karena tahu akan harga diri, rasa untuk mempertahankan harga dirinya, atau rasa malu berbuat sesuatu yang dapat mengurangi harga dirinya.
  • C Kode kehormatan adalah sesuatu norma atau ukuran kesadaran mengenai akhlak(budi dan perbuatan baik)
  1. A Kode kehormatan Gerakan Pramuka ialah suatu norma dalam kehidupan dan penghidupan para anggota Gerakan Pramuka yang merupakan ukuran norma atau standrart tingkah laku kepramukaan seorang pramuka Indonesia. Kode kehormatan ini dijadikan pegangan hidup anggota Gerakan Pramuka.

B Kode kehormatan terdiri dari :

1.  Janji atau satya.

2.  Ketentuan-ketentuan moral atau Darma.

C  Kode kehormatan untuk masing-masing golongan usia itu berbeda-beda, disesuai kan dengan perkembangan rohani dan jasmani masing-masing golongan anggota Gerakan Pramuka ialah :

1. Siaga untuk janji  adalah Dwi Satya. Untuk Darma Dwi Darma.

2. Penggalang untuk janji Tri Satya. Untuk Darma adalah Dasadarma.

3. Penegak untuk janji Tri Satya. Untuk Darma adalah Dasadarma.

4. Pandega dan orang dewasa serta pembina untuk janji Tri Satya. Untuk Darma

adalah Dasadarma.

Tri Satya untuk penggalang , penegak dan pandega sedikit ada perbedaan.

  1. PDMPK merupakan cara untuk membangun dan membina bidi yang luhur. Kode kehormatan mengandung 4 pokok :

1 ISI

Mengandung norma-norma ukuran moral  yang menyematkan benih-benih budi luhur bukan moralitas yang muluk-muluk dan mustahil untuk dilaksanakan melainkan yang sederhana dan praktis dapat dipraktekan oleh orang yang memang berusaha memprak tekkannya.

2  KESAKSIAN

Penerimaan kode kehormatan ini harus dinyatakan dihadapan saksi, supaya baik perse orangan maupun masyarakat lingkungan mengenalnyasebagai pramuka Indonesia.

3  SEGI SOSIAL

Kode kehormatan dengan sendirinya dalam masyarakat merupakan ukuran tingkah laku pramuka yang bersangkutan, sebab masyarakat juga mengukur dia selanjutnya dengan isi kode kehormatan itu. Ini berarti adanya kontrol dari masyarakat, baik masyarakat dilingkungan dekat maupun luas.

4   BERTANGGUNG JAWABAN

Penerimaan kode kehormatan menimbulkan suatu tanggung jawab pribadi yang lang-sung dan berat, namun tanggung jawab itu tidak dipikulnya sendiri, bersama dia ada jutaan pramuka didunia ini yang juga memikul tanggung jawab yang sama.

CARA PENERAPAN KODE KEHORMATAN

  1. A Pelaksanaan suatu kode kehormatan tidak dapa dibangun diatas dasar lain kecuali dasar kesukarelaan.

B Kode kehormatan wajib diterima dengan rasa suka dan rasa rela oleh setiap anggota Gerakan Pramuka.

C Kode kehormatan yang diterima atas dasar kesuka relaan menimbulkan rasa tang gung jawab langsung terhadap ketinggian budi yang harus ada pada seorang pramuka.

2.  A Penerapan prinsip kode kehormatan harus dirasakan oleh setiap pramuka bahwa ia

menerima kode kehormatan itu sebagai suatu tanggung jawab yang berat tetapi

terhormat.

B Pembina pramuka harus mampu menciptakan suasana yang dihadapi oleh jiwa kode

kehormatan dalam semua kegiatan pramuka dimanapun. Kalau ia tidak mampu men

ciptakan yang sedemikian maka dapat dikatakan tidak berhasil dalam tugas utama

nya membina pramuka.

3.   Dalam menerapka prinsip kode kehormatan, maka pembina pramuka harus mampu

memberikan pengertian kepada peserta didik bahwa kode kehormatan itu merupakan tali pengikat persatuan atau tali pelebur perpecahan menjadi kesatuan dari pada orang-orang  yang sekode kehormatan. Kode kehormatan harus dirasakan sebagai beban bersama, hal ini akan menimbulkan rasa suka untuk menerima tanggung jawab itu dan rela melaksanakannya dalam hidup sehari-hari dan sebagai pengikat atau pemersatu, sehingga timbullah rasa bangga bahwa mereka termasuk dalam lingkungan yang has. Ialah lingkungan yang mampunyai kode kehormatan tertentu.

  1. Dalam menanamkan kode kehormatan itu ada tiga cara :

a)      Memberi pengertian melalui pertimbangan akalnya.

b)      Menimbulkan semangat melalui pertimbangan rasa.

c)      Membulatkan tekad/kemauan untuk melaksanakannya.

Harus : Menerapkan kode kehormatan pada diri kita sendiri sebelum meminta peserta didik menerapkannya buatlah acara yang praktis, efektif dan efisien dalam tugas membina pramuka.

SISTEM BEREGU

v  Pada hakekatnya sistem beregu adalah menetapkan anak-anak dan pemuda dalam kelompok-kelompok kecil. Masinng-masing kelompok itu dipimpin oleh salah seorang anak atau pemuda, anggota kelompok yang dipilih melalui kelompok yang bersangkutan.

v  Sistem beregu tersebut adalah salah satu unsur PDMPK dan AD dan ART Gerakan Pramuka.

v  Sistem beregu adalah dalam rangka mencapai tujuan Gerakan Pramuka.

CARA PELAKSANAAN SISTEM BEREGU

  1. Peserta didik dikelompokkan dalam satuan kecil  sebagai berikut :

a)      Pramuka siaga dikelompokkan dalam satuan kecil yang masing-masing beranggotakan   6 – 10 anak didik. Satuan kecil ini disebut barung dan dipimpin oleh pemimpin barung dan wakil pemimpin barung. Kumpulan dari beberapa barung itu disebut perindukan, paling banyak 4 barung. Pemimpin dari kumpulan beberapa barung itu disebut Ketua barung utama.

b)      Pramuka penggalang dikelompokkan dalam satuan kecil yang masing-masing beranggotakan 6 – 10 adik didik. Satuan kecil ini disebut regu dan dipimpin oleh pemimpin regu dan wakil pemimpin regu. Kumpulan dari beberapa regu itu disebut pasukan, paling banyak 4 regu. Pemimpin dari kumpulan beberapa regu itu disebut pratama Ketua regu utama.

c)      Pramuka penegak dikelompokkan dalam satuan kecil yang masing-masing beranggotakan 6 – 10 peserta didik. Satuan kecil ini disebut sangga dan dipimpin oleh pemimpin sangga dan wakil pemimpin sangga. Kumpulan dari beberapa sangga itu disebut pasukan, paling banyak 4 sangga. Pemimpin dari kumpulan beberapa sangga itu disebut pradana Ketua sangga utama.

  1. Dalam melaksanakan sistem beregu, pembina dan pembantu pembina harus berusaha untuk menyerahkan kepemimpinan sebanyak mungkin kepada peserta didik, dan untuk dapat berdiri dibelakang layar.
  2. Penerapan sistem ini harus disertahi dengan sistem among, dimana pembina bersikap di depan memberi teladan (ing ngarso sung tulodho) di tengah membangun kemauan (ing madyo mangun karso) di belakang memberi kekuatan (tutwuri handayani).
  3. Sistem beregu mengharuskan pembina pramuka untuk berani menyerahkan pimpinan kepada adik didik dengan resiko kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik. Kesalahan dalam kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik akan menjadikan pelajaran yang berfaedah bagi mereka. Pembina pramuka harus siap untuk menghadapi tantangan ini.

MAKSUD DAN TUJUAN SISTEM BEREGU

1.  Maksud sistem beregu adalah untuk memberikan kesempatan para pramuka untuk

belajar mengelola satuan pramuka dan kegiatannya.

2.  Tujuan sistem beregu antara lain:

v  Melaksanakan PDMPK.

v  Membina dan mengembangkan moral Pancasila.

v   Membina dan mengembangkan rasa tanggung jawab.

v  Membina dan mengembangkan kemampuan mengelola.

v  Membina dan mengembangkan Demokrasi.

v  Membina dan mengembangkan kepercayaan pada diri.

v  Membina dan mengembangkan rasa gotong-royong dan kerukunan.

v  Membina dan mengembangkan sikap bermasyarakat.

MANFAAT SISTEM BEREGU

Manfaat sistem beregu adalah dengan menggunakan sistem beregu akan diperoleh manfaat antara lain :

v  Memberi kesempatan untuk mengembangkan jiwa kepemimpinannya.

v  Mempermudah perkembangan proses pendidikan.

v  Mempermudah menggerakkan peserta didik.

v  Mempermudah pengawasan dan pengamatan.

v  Mempermudah perkembangan pribadi peserta didik.

v  Memberi kesempatan peserta didik untuk berlatih hidup bermasyarakat, bergotong royong, kerja sama, tanggung jawab dan lain lain.

PEMBENTUKAN REGU

  1. Ada dua macam kelompok kecil  yaitu:

v  Regu tetap / barung tetap. Regu penggalang dan barung siaga.

v  Regu tidak tetap, yaitu kelompok yang dibentuk untuk menyelesaikan sesuatu untuk sementara, misalnya untuk upacara, permainan, perlombaan dan sebagainya.

  1. Padadasarnya regu / barung dibentuk sendiri oleh peserta didik dan mereka pulalah yang memilih siapa diantara mereka yang dijadikan pemimpin dan wakil pemimpin, bila ada kesulita baru pembina turut membantu.
  2. Regu yang dibentuk untuk menyelesaikan tugas dibentuk atas dasar pengelompokan mereka yang mendapat tugas tertentu. Misalnya regu petugas upacara, petugas dapur,korve dan lain-lain, adakalanya regu ini terdiri dari regu gabungan.
  3. Untuk menumbuhkan jiwa persatuan (jiwa regu, barung) maka anggota regu / barung itu memilih sendari nama kelompoknya, bendera, semboyan, kode dan seterusnya.
  4. Para pemimpin regu / barung memilih salah seorang diantara mereka untuk menjadi pemimpin regu / barung utama.

TUGAS PEMIMPIN REGU

  1. Tugas pemimpin regu / barung adalah :

Ì Membantu Pembina

Ì Menjadi penghubung antara regu / berung dengan Pembina.

Ì Memimpin regu / barung dalam membagi tugas dan mengawasi pelaksanaan tugas regu / barungnya

Ì Melatih anggota regu / barungnya sesuai dengan kemampuannya.

Ì Merencanakan dan melaksanakan kegiatan regu / barung sesuai dengan keputusan dewan regu / barung.

Ì Membawa suara regunya dalam dewan (Siaga, penggalang dst.)

  1. Wakil pemimpin regu / barungbertugas membantu pemimpin regu / barung
  2. Pemimpin utama selain bertuga memimpin regu / barungnya juga bertugas memimpin dewan (siaga, penggalang, dst)

SISTEM TANDA KECAKAPAN

Sistem tanda kecakapan adalah  suatu cara yang ditata dan suatu tata cara menggunakan tanda-tanda untuk menandai kecakapan, yang dimiliki oleh sipemakai tanda kecakapan. Tanda kecakapan itu bukan merupakan tujuan, melainkan sebagai alat untuk mendorong dalam rangka mencapai tujuan gerakan pramuka :

  1. Tanda kecakapan diberikan kepada adik-adik didik setelah mereka berusaha untuk mendapatkan tanda kecakapan. Pemberian tanda kecakapan secara cuma-cuma akan mempengarui semangat juwa adik-adik didik.
  2. Maka dalam pelaksaan terdapat unsu inifiatif dari peserta didik dan unsure belajar sendiri.
  3. Bagi peserta didik yang mendapatkan tanda kecakapan :
    1. Tanda kecakapan yang bersangkutan harus dapat dipertanggung jawabkan, oleh karena itu perlu adanya ujian.
    2. Ujian berdasarkan permintaan peserta didik.
    3. Penguji adalah Pembina atau orang lain yang diminta oleh Pembina.
    4. Dalam menguji penguji hendaknya :
      1. I.            Proses ujian dirasakan sebagai peningkatan pengetahuan.
      2. II.            Memperhatikan kemampuan peserta didik dan jenis kelamin peserta didik.
      3. III.            Memperhatikan usaha mereka.
        1. Pembina harus memberi mutifasi, membantu peserta didik terhadap apa yang  diperlu

kan dalam rangka untuk memperoleh tanda kecakapan.

  1. Ada dua tanda kecakan, yaitu kecakapan umum dan khusus.

SISTEM SATUAN TERPISAH

Sistem satuan terpisah adalah :

  1. Memisahkan antara satuan pramuka putra dan prmuka putrid.
  2. Pembinaannya juga sesuai dengan jenisnya.
  3. Khusus perindukan boleh dibina oleh Pembina putra dan putri. Penyelenggaraannya pun harus juga terpisah dan bila ingin bergabung haruslah minta persetujuan pada mabi,

Ini semua tentunya tidak menyimpang dari ajaran PDMPK.

PRINSIP PENYESUAIAN DENGAN PERKEMBANGAN ROHANI DAN JASMANI

Dalam hal ini setiap orang berbeda dengan yang lain kalau tidak bentuk tubuhnya, berbedalah kekuatannya kalau tidak kekuatan yah kemampuan fikiranny atau tingkah laku dst.

Oleh karena itu maka gerakan pramuka menggunakan prinsip penyesuaian perkembangan jasmani dan rohani pada anak.

MAKSUD PENGGUNAAN DAN CARA PENERAPANNYA

Agar supaya proses pendidikan kepramukaan dapat mengenai pada sasaran dengan pasti dan tepat pada tiap peserta didik.

Untuk dapat mengetahui kebutuhan kemampuan dan minat anak, maka Pembina harus mengamati masing-masing dari anak didik.

Untuk memudahkan pelaksanaan prinsip penyesuaian dengan perkembangan rohani dan jasmani maka peserta didik digolongkan sebagai berikut :

  1. Golongan anak-anak (pramuka siaga) usia ini jalan fikirannya masih berpusat padaInduk dan kurang mengenal nilai kemasyarakatan ]
  2. Golongan remaja (penggalang) usia ini tidak mau diperlakukan seperti anak kecil dan sudah mengenal nilai kemasyarakatan.
  3. Golongan Pemuda dan Dewasa ada tersendiri.

KEGIATAN MENARIK YANG MENGANDUNG PENDIDIKAN

Pada dasanya setiap oaring senang akan  kegiatan yang mengembirakan, menyenangkan, baik kegiatan itu bersifat permainan, pekerjaan atau setengah pekerjaan. Kegiatan menarik dalam dunia kepramukaan di sebut “GAMES”  yang kurang tepat jika diartikan dengan permainan.

Kegiatan menarik, games itu merupakan unsur  yang diperlukan dalam perkembangan hidup manusia. Pendapat dari ahli pendidikan anak-anak lebih cepat berhasil jika dalam pendidikan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan menarik yang mengandung pen didikan (Education Games) maka tepat jika pramuka menggunakan prinsip tersebut. Mengingat pendidikan kepramukaan adalah pendidikan non formal, di alam terbuka.

Dalam hal ini bertujuan :

Jasmaniah, perkembangan badan, kesehatan, rohaniah, perkembangan jiwa, kepribadian dan watak.

Kegiatan menarik yang mengandung unsur pendidikan itu dapat dipilih dan diatur demikian rupa sehingga mendorong pramuka untuk aktif memecahkan masalah dan aktif dalam segala hal dari kegiatan menarik yang mengandung unsur pendidikan dapat diper oleh :

  1. Tambahan daya imajinasi dan daya cipta.
  2. Kesadaran akan kemampuan dirinya.
  3. Rasa percaya pada diri sendiri.
  4. Rasa tanggung jawab.
  5. Semangat gotong royong dan toleransi.

Ini adalah tugas Pembina untuk menyalur kegiatan yang bersifat kreatif itu menjadi menarik. Dengan demikian mengalihkan kesukaan pramuka akan kegiatan yang rekreatif.

Umpamanya :

Untuk siaga diusahakan cerita hayal (fable, legenda) sebagai latar belakang kegiatan tersebut, untuk penggalang cerita kepahlawanan, untuk penegak diperlukan latarbelakang yang nyata dan logis dan dimana mungkun dibubui dengan humor yang sehat.

KEPRASAHAJAAN HIDUP DALAM GERAKAN PRAMUKA

Prinsip ini termasuk dalam AD dan ART dalam PDMPK, oleh karena itu harus ditanam kan kesederhanaan sikap, kesederhanaan hidup dan lain-lain. Kesederhanaan hidup seperti yang ditegaskan oleh Bapak Presiden, bukan hidup melarat, kemiskinan , keter belakangan dan kebodohan.

Kesederhanaan hidup atau hidup sederhana yang akan dilaksanakan berdasar methodic pendidikan kepramukaan itu berunsur “pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan) tidak boros serta tinggi rasa kesetiaan.

HAKEKAT KEPRASAHAJAAN HIDUP

  1. Hidup menurut kemampuan, bukan hidup gaya melarat.
  2. Dari segi keumuman ia hidup yang tidak melampaui kemampuannya. Bila ia kaya, tidak memamerkan kekayaannya, karena itu termasuk riak / pamer pemborosan.
  3. Hidup yang melampaui kemampuannya akan memudahkan terjerumus kepada tindakan-tindakan sewenang-wenang baik diri maupun masyarakat.
  4. Tindakan sewenang-wenang itu sangat tidak menguntungkan bagi semua fihak, serta melanggar norma social.

Ketahuailah bahwa kehidupan yang boros itu adalah saudara syaitan, dan tidak semua orang itu mengerti bahwa boros itu jelek dan tidak sesuai dengan darma yang ke 7 serta tidak pas dengan darma ke 10.

PRINSIP SWADAYA

Swadaya adalah modal, sikap sifat hidup manuasia wira swasta yang memiliki jiwa inisiatif dan kemampuan kuat, sanggup dan berusaha berdiri diatas kaki sendiri, tidak bergantung pada orang lain. Juga merupakan unsure PDMPK, AD dan ART gerakan pramuka. Semua kegiatan ini harus dilaksanakan dengan usaha dan upaya sendiri.

Dengan prinsip swadaya, maka kita akan membiasakan hidup mandiri, yang selanjutnya akan mendapat tambahan rasa percaya pada diri sendiri, selanjutnya tumbuh kemauan-kemauan baru untuk membina menciptakan segala hal yang baik untuk mengetrapkan dan lain-lain.

Pelaksanaan.

Dalam menyelenggarakan kegiatan baik perorangan maupun kelompok supaya dibiasa kan mereka untuk merencanakan, mengoreksi dan melaksanakan kegiatan itu. Jangan ter gesa-gesa bagi Pembina untuk menarik kongklusi dan mengambil alih dan melarangnya, karena takut adanya kesalahan, kesalahan merupakan guru yang baik, karena pramuka supaya berusaha menjadi mutifator yang baik dalam memberikan contoh pelaksanaan swadaya.

CARA MEMBINA YANG BAIK

Membina adalah  tugas pokok seorang Pembina yang  dilakukan secara suka rela dan terus menerus. Sesuai dengan keputusan mentri P dan K No 0323 / U/1978 tanggal 28 Oktober tentang pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda, adalah melaksanakan upaya pendidikan baik formal maupun non formal secara sadar, berencana. Teratah, teratur, dan bertanggung jawab dalam rangka memperkenalkan, menumbuhkan membimbing dan mengembangkan suatu dasar kepribadian yang  seimbang, utuh dan selaras, pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bakat, minat, keinginan serta kemauannya sebagai bekal untuk selanjutnya atas prakarsa sendiri menambah meningkatkan mengembangkan diri, sesamanya dan lingkungannya kearah tercapainya martabat mutu dan kemampuan manusiawi yang optimal dan pribadi yang mandiri.

v  FAKTOR YANG MENENTUKAN

  1. Dasar dan tujuan serta sasaran pembinaan.
  2. Pembina sebagai pelaksana upaya pendidikan kepramukaan.
  3. Pramuka sebagai peserta didik.
  4. Lingkungan pendidikan.
  5. Sasaran pendidikan kepramukaan.

v  FAKTOR DASAR PEMBINAAN

Faktor dasar pembinaan adalah Pancasila dasar falsafah bangsa.

v  FAKTOR TUJUAN PEMBINAAN

Faktor tujuan pembinaan adalah  diserasikan dengan kepentingan dari bangsa Indonesia agar :

1. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta :

a.  Tinggi mental, moral, dan kuat keyakinan.

b.  Tinggi kecerdasan dan keterampilan.

c.  Kuat dan sehat fisiknya.

2. Menjadi warga Negara Indonesia yang berpancasila, setia dan patuh pada Negara.

v  FAKTOR SASARAN PEMBINAAN

Faktor sasaran pembinaan yang ingin dicapai:

1. Kuat keyakinan beragamanya

2. Tinggi mental dan moral serta berjiwa Pancasila.

3. Sehat segar dan kuat jasmaninya.

4. Cerdas, tangkas dan terampil.

5. Berpengetahuan luas dan dalam.

6. Berjiwa kepemimpinan dan patriot.

7. Berkesadaran nasional dan peka terhadap perubahan lingkungan.

8. Berpengalaman banyak.

Sasaran dan pengembangan generasi muda menurut keputusan mentri diatas :

  1. Sasaran pembinaan kerohanian, kepribadian dan kebudayaan.
  2. Sasaran pembinaan jasmaniah.
  3. Sasaran pembinaan dan pengembangan intelek.
  4. Sasaran pembinaan dan pengembangan generasi muda dalam kerja dan profesi.
  5. Pembinaan idiologi.
  6. Pembinaan dan pengembangan patriotisme dan disiplin nasional.
  7. Sasaran pembinaan  dan pengembangan kepemimpinan.

FAKTOR PEMBINA PRAMUKA

Pendidikan merupakan factor yang penting, agar pendidik berhasil maka harus berprilaku baik dalam :

  1. Menghadapi peserta didik. Untuk itu harus mempunyai sikap laku yang sesuai dengan system among, serta memelihara sikap yang berdasar pada:

v  1.  Rasa cinta kasih, adil, kepantasan dan kesanggupan berkorban.

v  2.  Rasa disiplin dan penuh inisiatif.

v  3.  Rasa tanggung jawab terhadap tuhan, manusia dan lingkungan.

Bagi Pembina yang pandai, cerdas, cakap dari berbagai teori dan teknis, belum menjamin menjadi teladan kalau tidak mempunyai kemampuan, untuk bergaul dengan baik dan simpati.

B.  Mengetahui metode pendidikan kepramukaan

v  1 Dalam semua golongan peserta didik, Pembina berperan sebagai teladan dan

laku yang bijak.

v   2 Dalam golongan siaga, Pembina berperan sebagai pemrakarsa untuk  menimbulkan daya kreasi siaga, memberi dorongan dan cara untuk menyesuaikan diri dengan sesame siaga.

v   3 Dalam usia penggalang, Pembina berperan sebagai pamong, pemrakarsa untuk menimbulkan daya kreasi penggalang, pada saat penggalang mulai mengendor gerak dan semangatnya, pada saat berkreasi. Pembina hanya sebagai pendorong, sehingga gerak dan semangatnya meningkat.

Metode yang dipergunakan

Metode yang dipergunakan dalam melaksanakan tugas haruslah sesuai dengan keadaan, waktu dan tempat pramuka yang dibina.

Faktor lingkungan pendidikan

Faktor lingkungan pendidikan yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Keadaan dan lingkungan keluarga.
  2. Keadaan dan lingkungan sekolah.
  3. Keadaan dan lingkungan masyarakat.
  4. Keadaan dan lingkungan tempat kegiatan.

Faktor sarana pendidikan

Faktor sarana pendidikan yang meliputi antara lain:

  1. Bahan latihan kegiatan.
  2. Metode latihan.
  3. Bahan latihan kegiatan

Pembina pramuka harus berusaha menguasai bahan latihan, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan orang lain yang lebih menguasai. Penguasaan bahan latihan perlu ditunjang dengan penggunaanmetode yang tetap sesuai dengan kepentingan, dan dalam melaksanakan metode harus disertai dengan sarana / alat dan perlengkapan yang tepat guna.

MEMBUAT ALAT DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN-BAHAN YANG ADA DISEKITARNYA

1.  Membuat alat-alat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada dimaksudkan untuk memperbaiki bahan yang asalnya tidak berfungsi, agar menjadi berguna.

2.  Dasar adalah darma ke 7.

3.  Tujuan adalah sebagai alat pendidikan, agar para peserta didik dapat hidup bersahaja, ekonomis, juga untuk menyiapkan berkreatif, hemat dan hidup bersahaja.

Bahan yang Menjadi Sasaran

Bahan yang menjadi sasaran antara lain :

  1. Tumbuh-tumbuhan yang ada disekitarnya, akar, daun rumput dal lain-lain.
  2. Tanah, pasir dan batu-batuan.
  3. Potongan kayu, bamboo, kain, karton dan lain-lain.
  4. Bekas pembungkus, kaleng, plastic dan lain-lain.
  5. Nama bumbu dapur, alat dapur, serta yang ada hubungannya dengan dapur.

Sasaran Dari Bahan Tersebut antara lain :

  1. Sebagai alat perkemahan.
  2. Alat latihan.
  3. Permainan, bakti, kegiatan, memasak dan seterusnya.

Agar mengena dari kesemuanya itu maka bentuk

adanya suatu kerja kelompok.

Adanya diskusi dan Tanya jawab.

Adanya perlombaan dalam pembuatan dan dalam mengerjakan tugas.

Penilaian.

Proses membuat alat dengan menggunakan bahan yang ada disekitar itu perlu adanya suatu penilaian agar mereka semangat dalam mengerjakannya, diantara yang perlu dinilai antara lain :

  1. Cara kerja mereka dalam mengerjakan tugas.
  2. Dari hasil usaha dan semangat dalam kerja.
  3. Memberi penghargaan bagi yang baik.
  4. Kesederhanaan dalam pembuatan hasil karya.
  5. Memanfaatkan dari hasil karya mereka.
  6. Selanjutnya itu tergantung pada pembinanya.

TANDA PENGENAL DALAM GERAKAN PRAMUKA

  1. Tanda pengenal dalam gerakan pramuka adalah tanda yang dikenakan pada pekean seragam, yang dapat menunjukkan diri seorang anggota pramuka, satuan, asal daerah, wilayah, kemampuan, tanggung jawab, kecakapan serta tanda penghargaan yang dimilikinya.
  2. Secara garis besar tanda pengenal dalam gerakan pramuka meliputi :
    1. UMUM

Tanda yang dipakai secara umum oleh semua anggota pramuka yang dilantik, misalnya tutup kepala, pita leher, tanda pelantikan, tanda kepramukaan sedunia dan lain-lain.

B.      SATUAN

Tanda yang menunjukkan satuan kwuartir tertentu tempat anggota pramuka bergabung, dari satuan terkecil sampai nasional, misalnya tanda barung, regu, gudep, lencana daerah, tanda krida dan lain-lain.

C.      JABATAN

Tanda yang menunjukkan jabatan dan tanggung jawab seseorang dalam lingkungan gerakan pramuka misalnya : pemimpin regu, sangga, Pembina, mabi, andalan, pelatih, pamong saka, petugas, peserta kegiatan dan lain-lain.

  1. KECAKAPAN

Tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap dalam usaha untuk memperoleh tanda tersebut, sesuai dengan golongan masing-masing. Misalnya : Tanda kecakapan umum Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, Pembina maher dan seterusnya.

Tanda kecakapan khusus untuk siaga hanya satu tingkat. Untuk penggalang ada 3 yaitu purwa, madya dan utama, sedang penegak dan pandega sama yaitu purwa, madya dan utama. Untuk pelatih Instruktur.

  1. KEHORMATAN

Tanda yang dapat menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan pada seseorang darma bakti, melati dan lain-lain. Yang dianggap cukup bermutu dan berguna, nisalnya :

Untuk adik didik bintang tahunan, bintang wiratama, bintang teladan, bintang peng hargaan dan lain-lain. Untuk orang dewasa, bintang melati, bintang darma bakti bin tang tunas kencana dan lain-lain.

SYARAT TANDA KECAKAPAN UMUM SAN SYARAT KECAKAPAN KHUSUS  SKU, SKK DAN TKK

  1. Syarat kecakapan umum adalah yang wajib dilaksanakan oleh semua anggota pramuka untuk memperoleh salah satu tanda kecakapan umum.
  2. SKU merupakan penerapan dari PDMPK, AD dan ART gerakan pramuka.
  3. Seorang anak atau pemuda yang dengan suka rela ingin menjadi anggota pramuka, pertama-tama memasuki calon (tamu) selama satu sampai dua bulan, masa ini anggota tamu tersebut tidak diperkenankan untuk memakai seragam lengkap dan yang bersangkutan tetap ikut aktif dalam latihan untuk mencapai tanda kecakapan umum, setelah mereka tanda persyaratan kecakapan umum maka mereka berhak untuk dilantik dan diminta secara suka rela untuk mengucapkan janji sesuai dengan golongan, baru mereka berhak mendapatkan tanda kecakapan umum dan berhak pula untuk memakai pakean seragam lengkap.
  4. Keinginan untuk dihargai dan dipuji, disanjung atas prestasi yang diperolehnya itu merupakan sifat manusia secara umum, terutama anak didik pemuda dan umumnya manusia. Penghargaan itu merupakan rangsangan bagi adik didik agar lebih giat lagi dalam berlatih. Maka tanda kecakapan umum yang diperoleh seorang pramuka setelah berusaha menyelesaikan SKU, ini merupakan nilai pendidikan bagi anak, remaja, pemuda. Dan SKU pada pramuka mendidik untuk menghargai usaha, jerih paya, hasil karya dan lain-lain.

Dalam menguji SKU

Lihat pada PDMPK tentang system tanda kecakapan.

  1. Ujian SKU secara perorangan, tidak secara kelompok, walaupun pada prakteknya ada yang secara kelompok dalam mengerjakan, akan tetapi penilaian tetap individu.
  2. Dengan urutan mata ujian sesuai dengan yang dikehendaki peserta
  3. Ada waktu-waktu yang disepakati oleh kedua belah fihak.
  4. Juka dalam ujian yang lulus maka Pembina membubuhi tanda tangan pada mata ujian SKU.
  5. Ujian SKU dapat dilaksanakan dengan.

a.   Langsung.

b.   Tidak langsung, dalam hal ini melalui kegiatan-kegiatan yang tanpa sepengetahuan dari peserta didik, sehingga pada saat Pembina menyatakan lulus, gembiralah peserta didik itu.

SYARAT KECAKAPAN KHUSUS DAN TANDA KECAKAPAN KHUSUS

Apakah SKK dan Apa pula TKK itu.

SKK adalah syarat yang wajib dipenuhi, untuk memperoleh tanda kecakapan khusus.

TKK adalah tanda yang menunjukkan kecakapan, kepandaian, kemahiran ketangkasan, keterampilan dalam bidang tertentu.

Kecakapan khusus adalah kepandaian, dalam bidang tertentu yang lain dari kecakapan umum yang didasarkan atas SKU, yang dimiliki oleh seorang pramuka sesuai dengan bakat dan minatnya, serta diperolehnya melalui proses pendidikan dan proses ujian.

BagaiMana TKK Dilaksanakan.

  1. Macam TKK tidak dapat dibatasi jumlahnya mengingat keadaan kemampuan dan keperluan masyarakat, serta keadaan, keperluan sifat, manta dan bakat perserta didik.
  2. TKK digolongkan menjadi 5 golongan  yaitu :
    1. Bidang agama, mental, moral, spiritual pembentukan pribadi dan watak dengan warna dasar KUNING.
    2. Bidang patriotisme dan seni budaya dengan warna dasar MERAH.
    3. Bidang keterampilan dan tehnik pembangunan dengan warna dasar HIJAU.
    4. Bidanag ketangakasan dan kesehatan dengan warna dasar PUTIH.
    5. Bidang sosial perikemanusiaan,  gotong royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup dengan warna dasar BIRU.

Pembina hendaknya membantu peserta didik dalam proses pencapaian, serta memberi mutifasi, agar memperoleh TKK. TKK yang dimiliki peserta didik harus dapat dipertanggung jawabkan, jika tidak demikian maka TKK tersebut dapat dicabut oleh kwartir melalui Pembina yang bersangkutan, dan kalau terbukti.

Dalam proses pengujian untuk memperoleh TKK sama dengan sistem tanda kecakapan dan syarat kecakapan umum.

Syarat mencapai TKK dan pemakaiannya

  1. Memiliki SKK (syarat kecakapan khusus)
  2. Sudah dilantik siaga Bantu / penggalang rakit.
  3. Baju siaga tidak boleh oleh pengggalang, begitu pula dengan baju penggalang dipakai oleh penegak dan lain-lain.

Pemakaian dalam hal ini diseragamkan pada siaga, penggalang yang sudah dilantik siaga Bantu dan untuk penggalang rakit. Peletakannya pada lengan baju kanan paling banyak 5 buah selebihnya dipasang pada tetampan / selendang kehormatan.

TKK warna dasar kuning antara lain :

Shlat, qori’, pidato, khutbah, menabung, muazin, dharmika,saksi kristus, gereja, bhakti dan lain-lain.

TKK warna dasar merah antara lain :

Menghidangkan (menu), diirigen, pengarang, juru tulis, pelukis, pengatur rumah dll.

TKK warna dasar hijau antara lain :

Memasak, penjelajah, peta pita, isyarat semapur, koleksi perangko, penjahit dan lain-lain

TKK warna dasar putih antara lain :

Penolong, penyelidik, pengamat, pesilat dan lain-lain.

TKK warna dasar biru antara lain :

Pertolongan pertama pada kecelakaan, penerima tamu, koresponden, pengaman kamping dan lain-lain.

KEGIATAN BERMUTU YANG MENGANDUNG UNSUR PENDIDIKAN

Kegiatan kepramukaan dilaksanakan untuk mencapai tujuan, harus mengarah pada sasaran pendidikan, yaitu pengembangan dan pembinaan watak, mental jasmani rohani, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan pramuka dan kegiatan harus dilandaskan pada :

Keadaan Saat ini yang meliputi :

  1. Kebutuhan anak dan pemuda.
  2. Keinginan dan tuntutan anak, pemuda setempat.
  3. Bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Tehnologi yang baru.
  5. Menanamkan sistem beregu.
  6. Dengan perangsang sistem TKK dan SKU dan syarat pramuka garuda.
  7. Kegiatan selalu berfariasi

Dakam Melaksanakan Segala bentuk kegiatan Pembina harus mempunyai sikap laku :

  1. Ing ngarso sung tulodho.
  2. Ing madyo mangun karso.
  3. Tut wuri handayani.

Agar kegiatan tersebut tetap bermutu hendaknya diperhatikan bahwa :

  1. Melakukan lebih baik dari pada berdiam diri.
  2. Menjadi peserta lebih baik dari pada penonton.
  3. Lebih menyenangkan dilakukan pada alam terbuka.
  4. Hal-hal yang aneh menyenangkan dari pada yang biasa dilakukan.

Lebih menyenangkan dilakukan dengan hal-hal yang nyata, penuh dengan tanda Tanya dan lain-lain.

Agar kegiatan itu terarah perlu adanya pemrograman dalam kegiatan :

  1. Bahan yang diperoleh dari hasil kegiatan dari sebuah pengamatan.
  2. Manusia sebagai pelaksanadan peserta kegiatan.
  3. Perencanaan biaya kegiatan dan
  4. Alat yang digunakan serta methode kegiatan.

BERKEMAH YANG BAIK

Kemah

Berkemah adalah hidup dialam terbuka, tinggal didalam tenda, berkemah yang baik bukan berarti pindah rumah dengan segala perlengkapannya akan tetapi mampu hidup dengan alat yang sederhana dan secukupnya saja.

Berkemah yang baik akan dapat mengena pada tujuan dari kegiatan tersebut yaitu dapat memberi kesenangan hidup dan kebahagian jiwa, menambah pengetahuan, pengalaman, tanpa merugikan semua fihak.

Macam Perkemahan

Menurut waktu tempat dibagi menjadi :

a.  Persari. Untuk siaga yaitu siang hari saja.

b.  Persami untuk penggalang, sehari semalam untuk penggalang.

c.  Perkemahan yang lebih dari tiga hari.

Menurut Tempat

Menurut tempat dapat dibagi menjadi :

  1. Perkemahan tetap, dari awal sampai akhir tetap saja disitu.
  2. Perkemahan safari, berpindah-pindah.

Menurut tujuan

Berkemah menurut tujuan antara lain :

  1. Untuk lomba.
  2. Untuk persahabatan.
  3. Untuk berkarya.
  4. Untuk penyelidikan suatu proyek.
  5. Untuk rekresi.

Menurut Jumlahnya

Berkemah menurut jumlahnya :

  1. Perkemahan dua orang.
  2. Perkemahan satu orang.
  3. Perkemahan satu perindukan, pasukan dan lain-lain.
  4. Perkemahan tingkat ranting, cabang, daerah, nasional bahkan sampai tingkat dunia.

TEMPAT DAN TENDA

  1. Tidak terlalu jauh dari sumber air, tidak dengan kampong, tidak jauh dengan pasar, pos keamanan, kesehatan. Tanahnya rata, atau agak miring sedikit, ada pohon pelindungnya, pemandangan disekitar indah dan menarik.
  2. Pengaturan tenda dengan baik sehingga tampak rapid an indah, tendanya kencang dan rata, sesuaikan dengan sirkulasi angina, sinar matahari menyapu halaman dalam tenda.
  3. Tenda jangan diletakkan pada bawah pohon, ini berbahaya jika ada petir dan hujan.
  4. Sebelum  tenda dipasang terlebih dulu tempatnya harus dibersihkan.
  5. Didalam tenda dapat ditumpuki dengan dedaunan sebagai alat tidur. Jika siang hari dedaunannya dikeluarkan.
  6. Pagarilah sekeliling tenda dengan serapi mungkin.
  7. Tempat tenda tidur harus lebih atas dari tenda-tenda yang lain.

MAKSUD DAN TUJUAN BERKEMAH

Maksud dari gerakan pramuka dalam berkemah.

  1. Mempraktekkan system beregu.
  2. Prinsip swadaya dan keprasahajaan hidup.
  3. Memperkuat jasmani dan rohani dalam bidang pengembangannya.
  4. Mempraktekkan hidup beragama.
  5. Sebagai alat untuk mengamati adik didik.

Tujuan dari gerakan pramuka dalam berkemah

Tujuan dari gerakan pramuka dalam berkemah adalah :

  1. Meningkatkan ketakwaan terhadap tuhan.
  2. Membina mental dan kepercayaan pada diri.
  3. Meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh.
  4. Melatih daya kreasi, ketangkasan, keterampilan.
  5. Membina kerjasama gotong royong dan kerukunan.
  6. Melatih hidup prasahaja.
  7. Memperluas pengalaman dan menambah pengetahuan.
  8. Menanamkan kecintaan  pada tanah air agar timbul rasa untuk berbakti.

PERLENGKAPAN DALAM BERKEMAH.

Perlengkapan dalam berkemah adalah perlengkapan usaha yang praktis dan ringan mudah dibawah dan serba guna. Perlengkapan dapat dibagi menjadi :

a. Perlengkapan pribadi meliputi :

Alat makan dan minum

Alat tidur, sholat,

Alat latihan

Obat-obatan pribadi

Perlengkapan lain, seperti senter, lilin, korek, olahraga dll

b. Perlengkapan kelompok

Tenda dan perlengkapannya

Alat masak, latihan, kompas dan bendera

Tas P3K dan alat lain cangkul sabit dll

c. Perlengkapan pasukan

alat upacara

alat latihan

tenda pasukan, dan tenda pembinanya dengan segala perlengkapannya.

Cara pembawaan tersebut dapat dibagi-bagi dengan anggota agar merata kesemuanya dapat kebagian dengan tidak mengurangi rasa kesemena-menaan

Segala perlengkapan itu semuanya haruslah di jemur dan ditata sedemikian rupa sehingga terlihat rapi dan tidak terkesan kempro.

KEGIATAN

Aturlah acara kegiatan sebaik mungkin sehingga tidak terlalui sesaatpun acara yang luang Buatlah fariasi dalam kegiatan agar tidak membosankan dll. Gunakan kesempatan yang ada denganmenikmati keindahan alam, menghirup udara segar, mengamati aneka ragam flora dan fauna guna untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan sehingga timbul rasa cinta kepada tanah air.

Mempelajari alam sekitar, binatang, cuaca binatang, lapisan tanah dan berbagai jenis tanah. Mempelajari tata kehidupan masyarakat budaya, bahasa, kesenian, dan mata pencaharian. Latihan ketangkasan dan ketrampilan, untuk haling rintang, penjelajahan, gladi tanggu latihan kecerdasan dll. Menambah pengalaman yang berharga dalam hidup. Jangan sekali-kali kemah hanya masak makan tidur, dan berbuat tanpa manfaat. Pergunakan dalam berkemah dengan sebaik-baik mungkin.

EVALUASI DALM PERKEMAHAN

Adakan evaluasi dalm setiap kegiatan agar tidak terkesan pengkaburan dalam kegiatan Cari kekurangannya, usahakan tidak merusak alam sekitar, tidak merusak tata kehidupan penduduk. Jaga bahaya kebakaran. Banjir, bah, petir dsb catatlah kegiatan yang penuh dengan pengalaman itu baik yang berhasil maupun yang tidak berhasil sebagai bahan pertimbangan kelak

API UNGGUN SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN

  1. Kehidupan nenek moyang dari dulu tidak pernah melupakan api unggun setiap malam dipakai sebagai tempat pertemuan, juga sebagai penghangat badan dan menjauhkan binatang buas, juga dipakai sebagai tempat musyawarah, mengadili pelanggar, memasak, bergembira dan lain-lain.
  2. Penyusunan onggokan kayu disesuaikan dengan sikon dan bahan yang ada ditempat.
  3. Cara-cara berapi unggun perlu dihidupkan kembali sebagai pengingat sejarah dan sebagai alat pendidikan.
  4. Tujuan api unggun adalah sebagai alat pendidikan untuk melatih keberanian diri dan kepercayaan pada diri melalui pentas seni.

ISI API UNGGUN

  1. a. Resmi

Api unggun dipakai sebagai upacara hidmat dan dipakai untuk riang itu sangat

sedikit.

b. Api unggun biasa.

Dipakai sebagai hiburan, suasana riang, dalam batas-batas ketertiban dan keso

panan.

  1. Nilai pendidikan dari api unggun antara lain :
    1. a.   Mmepererat rasa persaudaraan.

b.  Memupuk kerjasama.

  1. c.   Menambah rasa keberanian.
  2. Membuat suasana kegembiraan. Kebebasan.
  3. e.   Mengembangkan bakat dan minat.
  4. f.   Memupuk disiplin bagi pelaku dan penonton.
  5. Bentuk Api Unggun
    1. Asli yaitu yang dibuat dari unggukan kayu beneran di tempat yang terbuka.
    2. Tiruan.                                                                                                             Api utnggun yang dipakai bukan dari kayu beneran melainkan dari listrik sebagai pengganti dari kayu yang asli. Ini dilakukan pada ruangan tertutup, dalam gedung atau tempat terbuka yang tidak mungkin untuk dibuat api unggun.
  1. Syarat-syarat Tempat

Tempat yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan antara lain :

  1. Medan terbuka, lapangan luas.
  2. Tanah kering dan rata.
  3. Suasana lapangan tenang.
  4. Terlindung dari angina kencang
  5. Bila tempat itu tidak memungkinkan, maka haruslah diberi alas dengan batang pisang dan diatasnya diberi lapisan seng agar tidak mengganggu lingkungan yang ada, missal rerumputan, pafing, aspal dan lain-lain.

MACAM-MACAM BENTUK PENYUSUNAN API UNGGUN

  1. Bentuk piramida segi tiga.
  2. Bentuk piramida bujur sangkar.
  3. Bentuk pagoda tegak.
  4. Bentuk pagoda roboh.
  5. Bentuk kursi.

Penggunaan bentuk-bentuk semacam itu hanyalah untuk mempermudah dalam menyalakan dan sebagai fariasi dalam penyusunan.

Penyalaan api unggun dalam setiap kegiatan usahakan beda agar peserta didik tidaklah jemu dan tidak membosankan.

Hindarkan Kepada Adik Didik

Bahwa :

Berilah pengertian bahwa kegiatan semacam itu bukan menyembah api, melainkan auntuk mengingat akan sejarah nenek moyang kita, juga bukan untuk mendewakan terhadap api  serta memujanya, melainkan kita menggunakan api dipakai sebagai salah satu sarana pendidikan untuk adik didik, coba lihat sejarah asal mula api unggun, sebagai penghangat, pengusir binatang, berkumpul dan lain lain.

Dari kegiatan api unggun itu dapat di telaah sebagai berikut :

  1. Api unggun yang menyala di umpamakan sebagai semangat gelora juwa sanubari semangat yang ada didada tiada pernah akan padam, menggelora seperti gelora apiyang menyala-nyala.
    1. Abu bekas api unggun itu dapat dipergunakan sebagai obat luka-luka.
  2. Tempat yang dipergunakan itu sebagai saksi, bukti bahwa disitu pada saat itu telah dipakai untuk sebuah kegiatan yang tidak akan terlupakan begitu saja, kenangan yang pernah terjadi disitu talah menjadi sebuah bukti nyata.

ORGANISASI PERINDUKAN SIAGA

PERINDUKAN SIAGA

1. Perindukan siaga dibenttk berdasarkan adanya peserta didik yang berusia antara 7                                                                                                                                                                                                        sampai 10 tahun

2. Perindukan terdiri paling banyak 40 Pramuka Siaga

3. Perindukan dibagi dalam satuan kecil dalam bentuk barung

4. Setiap barung memiliki salah satu dari warna yang dipilihnya sendiri. Merah kuning dll

PIMPINAN

1. Pembina perindukan

a. Perindukan dibina oleh seorang Pembina siaga dan dibantu oleh tiga pembantu

Pembina siaga

b. Usia pembantu Pembina siaga minimal 16 th

c. Pembina dan pembantu pembina siaga putra dapat dijabat oleh seorang wanita

atau pria

d. Sedang siaga putri husus dibina oleh pembina / pembantu Pembina putrid

2. Pimpinan barung

a. Barung dipimpin oleh seorang pemimpin barung secara bergilir

b. Pemimpin barung dipilih oleh anggota barung

c. Pemimpin barung menunjuk wakilnya dari anggota barung

d. Para pemimpin barung memilih salah satu pemimpin barung untuk melaksanakan

tugas ditingkat perindukan

e. Pemimpin barung yang terpilih disebut pemimpin barung utama dipanggil Sulung

DEWAN PERINDUKAN SIAGA

Dalam Pendidikan Kepemimpinan para pramuka siaga diadakan dewan perindukan siaga yang disingkat Dewan Siaga

a.  Dewan Siaga terdiri dari pemimpin barung, wakil pemimpin barung, pemimpin barung

utama, Pembina dan pembantu Pembina

b. Dewan siaga mengadakan pertemuan sebulan sekali dipimpin oleh Pembina atau

Pembantu Pembina

c.  Dewan siaga bertugas mengurus dan mengatur kegiatan perindukan siaga dan

putusan-putusan yang diambil oleh Dewan Siaga

HUBUNGAN PEMBINA DAN PESERTA DIDIK

Dalam hal ini perindukan siaga adalah seperti hubungan dalam keluarga. Untuk itu diwujudkan dalam panggilan sehari-hari dengan ibunda dan yanda yang disingkat dengan Bunda, Yanda Paman dan ibu kecil disingkat menjadi Pak cik dan Bu cik.

ORGANISASI PASUKAN PENGGALANG

Pasukan penggalang

1. Satu pasukan terdiri atas paling banyak 40 orang pramuka penggalang

2. Satu pramuka terdiri dari beberapa satuan kecil yang disebut dengan regu

3. Tiap regu teriri dari 5 sampai 10 anak pengalang

4. Pembentukan regu dipilih dan ditentukan oleh dan atas pilihan pengalang itu sendiri

sesuai dengan keinginannya

5. Nama regu juga ditentukan oleh mereka, untuk regu pa memakai nama binatang dan

untuk regu pi memakai nama tumbuh-tumbuhan

6. Tiap regu diberi tanda bendera regu, bergambar sesuai dengan nama regunya, dan juga

dipasang tanda regu di lengan bajunya yang kiri.

Pimpinan

Pembina pasukan

a.  Pasukan penggalang dibina oleh seorang Pembina penggalang dibantu oleh paling

banyak dua orang pembantu Pembina penggalang

b. Pembina penggalang sedikitnya berusia 21 TH dan 16 untuk pembantu Pembina

c.  Pembinanya dalam penggalang disesuaikan dengan jenisnya. Pa yang membina

Pembina putra begitu juga dengan yang putrid

Pimpinan Regu

a.  Regu dipimpinoleh seorang pemimpin regu secara bergiliran

b. Pemimpin regu dipilih oleh anggota regu

c.  Pemimpin regu menunjuk wakilnya dari anggotanya

  1. Para pemimpin regu memilih salah satu d ari mereka untuk menjadipemimpin regu

utama yang biasa disebut PRATAMA

Dewan Pasukan Penggalang

Dalam pendidikan kepemimpinan para pramuka penggalang, diadakan Dewan penggalang atau Dewan pasukan penggalang

a. Dewan Pengalang terdiri dari

1. Para pemimpin regu

2. Para wakil pemimpin regu

3. Pemimpin regu utama

4. Pembina penggalang

5. Para pembantu Pembina penggalang

b. Dewan penggalang mengadakan rapat sebulan sekali

c. Ketua Dewan penggalang adalah Pratama sedang sekertaris, bendahara dijabat secara

bergiliran diantara anggota Dewan Penggalang

d. Pembina dan pembantu Pembina penggalang, bertindak sebagai penasihat, pengarah

dan pembimbing, serta mempunyai hak untuk menentukan keputusan terakhir.

Dewan Kehormatan

Untuk membina kepemimpinan dan rasa tanggung jawab dibentuk Dewan Kehormatan pasukan penggalang

a.  Dewan kehormatan bersidang bila terjadi peristiwa yang menyangkut tugas Dewan ini

b. Dewan kehormatan terdiri dari

1. Para pemimpin regu

2. Pemimpin regu utama

3. Pembina Penggalang

4. Pembantu Pembina penggalang

c.  Ketua dan wakil ketua Dewan Kehormatan adalah Pembina dan pembantu Pembina

penggalang sekertaris dari salah satu pemimpin regu

  1. Dewan Kehormatan bertugas untuk menentukan

1. Pelantikan, pemberian TKK, tanda penghargaan danlain-lain kepada pramuka

penggalang yang berjasa dan berprestasi

2. Pelatikan pemimpin dan wakil pemimpin regu serta Pratama

3. Tindakan terhadap pelanggaran kode kehormatan, sesudah yang bersangkutan diberi kesempatan membela diri

4. Rehabilitasi pramuka penggalang

Hubungan Pembina dengan peserta didik

Hubungan antara keduanya adalah seperti hubungan kakak dengan adiknya, karena itu para Pembina sehari-hari dipanggil kakak atau disingkat dengan KAK

2 responses »

  1. Terima kasih, dengan materi ini cukup membantu kami dalam membina adek-adek di pangkalan kami…kalau bisa kami di kirimkan materi penjelasan tentang simapur..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s